Rahmat Tuhan membuat iman tetap membara di dalam hati kita
HARI SELASA DALAM MINGGU BIASA KE 33
17 November, 2015
2 Makabe 6:18-31
Lukas 19:1-10
Saudara-saudariku terkasih,
Selama ini kalau kita mengikuti berita dari Indonesia baik lewat internet maupun Media Indonesia, hampir selalu beritanya seputar “KORUPSI dan KORUPSI”. KPK sudah mampu membongkar sekian banyak kasus, betapapun tidak sedikit tantangan yang institusi ini hadapi. Bacaan injil hari ini membuat kita berandai-andai: “kalau di negara kita pernah ada orang seperti Zakheus yang mau terbuka dan berani mengakui apa yang telah mereka lakukan dan berani menanggung segala konsekuensi apa yang telah mereka perbuat, yang telah mereka rugikan Negara dan bangsa kita, maka semuanya akan menjadi beres.
Zakheus dikenal sebagai kepala pemungut cukai dan kaya. Status dan peranannya menjadi menarik karena ia tidak peduli dengan status dan kekayaannya lagi; Ia malahan berupaya mengenal Yesus dengan cara apapun. Ternyata keinginannya itu mendapat respons yang luar biasa dari Yesus sendiri. Zakheus rupanya tahu bahwa Yesus sudah sangat pasti mempunyai kemampuan untuk menyelamatkannya. Sejak awal dari bacaan injil hari ini kita semua telah diberitahu bahwa Zakheus bukanlah seperti orang kebanyakan. Ia adalah seorang kepala pemungut cukai dan seorang yang kaya. Pada waktu itu, dan apapun katamu sekarang ini, seorang pemungut cukai dikenal sebagai orang yang tidak jujur dan menjadi kaya mendadak karena korupsi. Kalau boleh dibilang Zakheus bisa mewakili sementara orang saat ini yang dikelompokan denga para koruptor.
Saudara-saudariku,
Apa yang menjadi istimewa dari ceritanya Zakheus untuk kita hari ini? Banyak cerita tentang pertobatan, dimana kehidupan seseorang diperbaharui karena telah mengalami kehadiran Yesus di dalam diri dan kehidupan mereka dan boleh dibilang selalu mengundang rasa takjub. Perubahan serta pembaharuan hidup yang radikal, seperti yang dialami Zakheus bahkan berbalik 180 derajat dan kemudian menjadi duta Kristus yang penuh semangat sudah sangat pasti akan menjadi menarik untuk kita angkat dan disimak bersama. Sementara orang mengatakan bahwa pada umumnya hasil pertobatan dan pembaharuan seperti Zakheus itu membuat orang akan menjadi seorang Katolik yang paling setia dan penuh dedikasi. Betapapun pernyataan ini tidak selamanya benar; tetapi hal itu bisa menjadi suatu kenyataan dan sekaligus menjadi motivasi dan tantangan untuk kita semua yang telah mengikuti Yesus.
Saudara-i terkasih,
Bagaimana caranya kita bisa menjadi pengikut Kristus yang setia dan penuh dedikasi? Bagaimana caranya agar kita mampu mempertahankan kobaran api pengabdian dan pelayanan kita supaya terus membara dan menyala di dalam hati kita dan selanjutnya setiap orang yang kita jumpai dalam perjalanan kehidupan ini bisa melihat kehadiran Yesus yang selalu berjalan bersama kita? Mampukah kita menghadirkan Kristus di dalam kehidupan kita supaya setiap orang yang melihat dan menyaksikan kehidupan kita bisa merasa tertarik untuk mengenal dan mengikuti Yesus? Pengalaman Zakheus yang mau membuka rumahnya dan menerima Yesus untuk masuk agar ia bisa lebih intim berkomunikasi dengan Yesus bisa menjadi suatu contoh yang sangat berarti dalam kehidupan kekristenan kita. Bagaimana sikap dan semangat doa kita setiap hari di dalam keluarga, di komunitas dan gereja kita? Mampukah kita memperkenalkan Yesus kepada sesama yang berada disekitar kita?
Saudara-saudari terkasih, Zakheus mempunyai pendirian yang sangat kuat untuk mengenal secara lebih mendalam hingga berani membuat komitment untuk: “membayar setengah dari miliknya kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Suatu keputusan yang tidak mudah…tetapi Zakheus telah menemukan ketenangan batin setelah berkomunikasi dengan Yesus secara langsung. Kita lalu bertanya kepada diri kita masing-masing, bagaimana caranya saya bisa berani terbuka dan membuka diri bagi Yesus dan memberi contoh kepada sesama yang mau mengenal Yesus? Saudara, bagaimana caranya kita bisa memupuk dan memelihara rahmat Tuhan untuk menjadi seorang beriman yang setia? Bagaimana kita bisa menjadi seorang yang berani mengorbankan harta, kekayaan dan statusnya untuk Tuhan?
Saudara-saudari terkasih, pertanyaan-pertanyaan diatas akan dapat terlaksana kalau kita bersedia dan mau membuka diri bagi rahmat Tuhan dan memohon kepada Yesus agar Ia akan selalu berjalan bersama kita mencari dan menyelamatkan orang lain. Amen.