Melainkan Pencipata Alam Semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya
HARI RABU MINGGU BIASA KE 33
18 November, 2015
2 Makabe 7:1, 20-31
Luke 19:11-28
“Melainkan Pencipta Alam Semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya.”
Saudara-saudariku terkasih,
Kitab Makabe dari bacaan pertama hari ini mengundang pertanyaan berikut: Mengapa umat pilihan Allah sudah harus dan selalu menderita sepanjang perjalan sejarahnya, berada dibawah tangan penguasa-penguasa dunia? Umat pilihan Allah ini pernah diperbudak di Mesir dan bahkan menjadi korban terorisme selama perjalanan mereka ke Tanah terjanji, ke Kanaan. Setelah mengalami kebebasan pada jaman para hakim dan Raja Daud serta keturunannya, kemudian mereka kembali dikuasai/dijajah dan dibuang ke Babilon. Meskipun kekaisaran Persia mengijinkan mereka untuk kembali ke Tanah airnya pada abad kelima dan keenam, kebebasan mereka kembali hilang beberapa generasi pada zaman Alexander Agung. Tidak lama setelah penderitaan seperti yang digambarkan pada bacaan hari ini, kekuasaan Romawi datang dan mengontrol atau menguasai Israel, dan hampir saja memusnahkan kenisah Yahudi pada abad pertama setelah kematian dan kebangkitan Yesus.
Bacaan pertama hari ini, dari kitab kedua Makabe adalah salah satu yang sangat menggemparkan dalam sejarah penyiksaan oleh gubernur Yunani, Antiochus. Seorang ibu, dipaksa menyaksikan ke tujuh anaknya dianiaya oleh kesetiaan mereka kepada Hukum Yahudi, dan ketika sampai kepada anaknya yang bungsu sang ibu tetap menguatkan hati anaknya untuk tetap percaya kepada Allah dan tidak perlu takut akan kematian. Kata-kata ibu itu sangat indah:
“Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandunganku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belaskasihanNya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepadamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukumNya.”
Saudara-saudariku terkasih,
Membaca sembari merenung atau bermeditasi pengalaman iman ketujuh bersaudara dan ibu mereka dari kitab kedua Makabe ini, disatu pihak kita bisa saja bertanya mengapa Tuhan membiarkan kekejaman, kebiadapan, kesombongan manusia seperti Antiochus itu harus terjadi? Dan dipihak lain kita merasa bahwa sungguh luar biasa iman mereka, kesetiaan mereka kepada Tuhan. Mampukah kita menghadapi tantangan seperti itu dalam perjalanan hidup iman kita?
Bacaan Injil hari ini memberi kita jalan lain untuk membuktikan iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan, kalau kita bisa memanfaatkan segala bakat, kemampuan dan rahmat yang telah dianugerahkan kepada kita masing-masing untuk memuji dan memuliakan Allah, serta berguna untuk pendewasaan iman serta berguna untuk sesama yang berada di sekitar kita…berani berkorban, rela mengalahkan kesombongan, keangkuhan, kedegilan hati, kerakusan, irihati dan sikap-sikap lainnya yang menjauhkan kita dari Tuhan. Kita percaya bahwa semua pengorbanan dan kerja keras untuk Tuhan dan sesama akan selalu mendapat berkat Tuhan. Amin.