Berubah Pikiran
Rabu, 17 Februari 2016
Yunus 3:1-10
Mazmur 51
Lukas 11:29-32
Masa Prapaskah ini adalah masa di mana kita diingatkan untuk bertobat. Dalam bahasa Yunaninya, metanoia yang secara harafiah berarti berubah pikiran. Dengan mengingat sengsara Yesus, kita diingatkan kembali untuk kembali kepada pesan Injil, untuk merubah hidup kita, meluruskan kembali jalan kita yang sudah melenceng dari jalan Tuhan.
Dalam bacaan dari kitab Nabi Yunus hari ini, kita melihat orang-orang Niniwe bertobat setelah diberi peringatan oleh Yunus. Tapi ada satu tokoh lagi yang “bertobat” dalam cerita ini. Dikatakan Tuhan pun “bertobat” atau berubah pikiran setelah melihat bagaimana orang Niniwe berbalik arah dan percaya penuh pada Tuhan. Allah begitu terkesima, terkesan menyaksikan ketulusan hati mereka. Karena itu Ia pun merubah rencananya dan tidak jadi membinasakan Niniwe.
Seorang guru saya pernah memberi nasihat yang bagus dalam membaca Alkitab. Mereka yang menulis dalam bahasa atau hidup dalam budaya Yunani biasanya lebih mengutamakan otak atau pikiran. Karena itulah bangsa Yunani terkenal dengan filsafatnya. Sebaliknya bahasa Ibrani dan budaya di Israel kuno lebih mengedepankan hati atau perut. Jadi ketika dalam cerita Yunus digambarkan Allah berubah pikiran, lebih tepat kalau kita membayangkan Allah tergerak hatinya, menjadi iba akan tindakan orang Niniwe. Ini lebih dalam dari sekedar kalkulasi logis dalam otak, tapi sudah menjadi perasaan hati nurani.
Kita tidak perlu merasa risih dengan gambaran bahwa Tuhan bisa berubah pikiran atau sakit hati. Yesus sendiri kita tahu merasakan banyak emosi. Santo Paulus mengatakan bahwa Yesus adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan. Allah kita bukanlah Allah yang apati, yang tidak peduli akan manusia. Ia merasakan penderitaan kita saat kita menderita, Ia bersedih jika kita menjauhiNya, dan Ia bersukacita jika kita kembali kepadanya.
Apakah reaksi kita terhadap Allah seperti ini, yang senantiasa merindukan kita? Apakah kita pun mampu merubah pikiran dan hati kita untuk sepenuh diri kembali kepadaNya?