Mengetuk, Meminta, Mencari

Mengetuk, Meminta, Mencari

Kamis, 18 Februari 2016

Tambahan Ester C:12, 14-16, 23-25
Mazmur 138
Matius 7:7-12

(catatan: Tambahan Ester adalah bagian dari cerita Ester yang ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan Ibrani, karena itu biasanya dimasukkan sebagai bagian Deuterokanonika. Jika Alkitab anda mempunyai bagian khusus Deuterokanonika, anda akan menemukan Tambahan Ester di dalamnya. Beberapa versi Alkitab lain menyatukannya ke dalam Kitab Ester. Namun jika Alkitab anda bukan versi Katolik, kemungkinan anda tak akan menemukan Tambahan Ester ini. Silakan klik http://www.alkitab.katakombe.net/deuterokanonika/tambahan-ester/tambahan-ester-c.html untuk melihat bacaan dari Ester hari ini.)

“Doa saya kok tidak terkabul ya, padahal saya selalu setia memohon pada Tuhan dan Tuhan menjanjikan bahwa apa yang kita minta pasti dikabulkan.”

Pertanyaan ini sering kita dengar di lingkungan gereja kita. Jawaban yang saya dengar pun bermacam-macam:
“Mungkin belum waktunya, Tuhan akan mengabulkan pada waktu Tuhan.”
“Cara doanya salah, coba pakai cara ini….”
“Kamu kurang percaya, mesti lebih percaya lagi, pasti terkabul.”
“Mungkin kamu masih ada dosa, makanya tidak dikabulkan.”
“Tuhan tahu yang terbaik, apa yang kamu minta belum tentu hal yang terbaik menurut Tuhan.”
Dan masih banyak lagi jawaban-jawaban yang diberikan oleh saudara-saudara kita dalam iman. Maksud mereka baik dan mereka berusaha memberi dukungan pada kita. Tetapi benarkah bacaan dari Injil Matius hari ini adalah janji Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita?

Supaya lebih jelas, kita ambil perbandingan. Kalau anda pernah menonton atau tahu cerita Aladdin, di situ digambarkan bagaimana Aladdin menemukan lampu ajaib. Setiap kali dia menggosok lampu itu, keluarlah seorang jin yang akan mengabulkan setiap permintaannya. Tidak perlu ada alasan, tidak perlu ada penjelasan, tidak perlu ada hubungan antara Aladdin dan si jin, pokoknya tinggal minta akan langsung dikabulkan. Ketika kita membaca Injil Matius hari ini, apakah ini gambaran Tuhan yang kita bayangkan?

Mungkin bacaan Injil hari ini bukan terutama tentang kekuatan sebuah doa, bukan juga tentang kekuatan iman kita yang membuat doa kita terkabul. Bukankah dalam bab sebelumnya (Matius bab 6), Yesus baru saja mengajarkan tentang cara berdoa, yaitu dengan berdoa Bapa Kami? Bagaimana jika Yesus dalam pesannya kepada para murid di bacaan ini lebih bermaksud menggambarkan kemurahan hati Allah Bapa yang begitu mencintai kita?

Dengan menggunakan perumpamaan pintu yang dibukakan, permintaan yang dikabulkan, penemuan sesuatu yang dicari-cari, Yesus ingin menjelaskan bahwa Allah kita sungguh sayang pada kita dan ingin memberikan semuanya pada kita. SEMUA? Ya semuanya, bahkan sampai mengirimkan Putra tunggalNya ke dunia supaya kita memperoleh hidup kekal.

Mungkin inilah doa sesungguhnya. Di saat kita berkomunikasi dalam hubungan erat kita dengan Tuhan, di situlah kita disadarkan kembali bahwa pintu sudah terbuka lebar, permintaan kita sudah dikabulkan, dan apa yang kita cari-cari dan sangat dinantikan jiwa kita sebenarnya sudah ditemukan: Emmanuel, Tuhan beserta kita!

Comments are closed.
Translate ยป