Kamis, 3 Maret 2016
Yeremia 7:23-28; Lukas 11:14-23
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
Kita menyadari bahwa kalau kita tidak bersama Kristus, kita melawan Kristus. Menjadi orang Katolik tidak selalu berarti bahwa kita bersama Kristus senantiasa. Katolik tanpa kedekatan dengan Kristus dalam doa, dalam pembacaan Kitab Suci dan dalam tindakan cinta kasih adalah sebuah kebohongan dan salah kaprah. Yesus dalam keseluruhan Injil kita kenal sebagai seorang nabi, Allah dan manusia yang mau ajak setiap orang untuk tidak berpuas diri dengan apa yang ada di permukaan pada level superfisial. Yesus ingin supaya kita masuk dan menyelam lebih dalam dan lebih jauh terutama dalam kaitannya dengan pilihan kita terhadap setiap keputusan dalam kehidupan pribadi kita.
Perlindungan terbaik yang akan menghantar kita kepada kedamaian yang total menurut Kitab Suci adalah ketika kita datang dan mendekatkan diri kita kepada Allah dan menyandarkan prinsip kehidupan kita kepada Allah. ” Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia (all will be well with you)! Bdk. Yeremia 7:23.
Kita juga mesti menyadari bahwa perjuangan untuk menjatuhkn pilihan kepada kebaikan atau kejahatan, turut kemauan Allah atau kemauan diri sendiri, Jalan Allah atau jalanku, tidak dapat begitu saja kita menangkan dengan kekuatan manusiawi kita sendiri. Kita membutuhkan Allah dan rahmat-Nya. Musuh kita, setan dan wajah kejahatannya, bisa begitu mengelabui dan berkonspirasi dengan dunia dan kesenangan duniawi yang memerangkap kita ke dalam keinginan-keinginan yang sesat dan penuh dosa. St. Petrus mengingatkan kita dalam suratnya bahwa kita perlu bersiaga selalu. sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari jiwa-jiwa yang dapat ditelannya (1 Peter 5:8-9). Allah menawarkan kepada kita rahmat dan perlindungan jika kita juga terbuka dan rindu untuk Dia sentuh dan Dia ubah menjadi instrument untuk bertahan terhadap setiap kekuatan dan godaan jahat yang datang dalam hidup kita. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, alapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (Mazmur 91:9-11)