The Seven Last Words of Christ . Theodore Dubois . Introduction

The Seven Last Words of Christ . Theodore Dubois . Introduction

Tahun lalu, Keluarga Katolik Indonesia Melbourne – Australia mengadakan peziarahan rohani persiapan Paskah lewat konser Tujuh Sabda Terakhir Kristus, karya pemusik Perancis Theodore Dubois (1837-1924).Meditasi lewat musik instrumen dan vokal dipersembahkan di Gereja Our Lady of Mount Carmel, Melbourne, Jumat 27 Maret 2015, seminggu sebelum Jumat Agung.

Bagian pengantar ini menyajikan renungan kepedihan Naomi yang mewakili jeritan umat Israel dan bangsa manusia dalam penderitaannya, mencari perhatian dari orang-orang yang melewati jalan kehidupan: Lihatlah aku, serunya. Dan protes pedih perih disuarakan: “Is there sorrow like unto my sorrow?” Adakah penderitaan seperti penderitaanku? Ah… Sang Anak Manusia pun memasuki ruang gelap pengalaman manusia yang acap kali ingin kita hindari ini. Tujuh sabda wasiatNya memberi penghiburan pada siapa pun yang sedang menempuh situasi ini: kita tak pernah sendirian. Immanuel namaNya, Tuhan beserta kita, dalam suka cita, juga dalam duka derita. Sediakah kita juga berjalan bersamaNya, menemaniNya memanggul SalibNya hingga ke Golgota, di sini, saat ini?

Comments are closed.
Translate ยป