The Seven Last Words of Christ . Sabda Pertama.

The Seven Last Words of Christ . Sabda Pertama.

Bapa, ampuni mereka karena  mereka tak tahu apa yang mereka lakukan (Luk 23:34)

Siang itu mentari mungkin ingin menyembunyikan diri. Ada yang lebih panas dari sengat sinarnya: keberingasan hati kerumunan orang-orang di hadapan Pilatus yang berteriak-teriak mengobar-kobarkan kebencian seraya menunjuk-nunjuk Sang Putra Manusia yang terbelenggu tak berdaya: Ambillah Dia! Salibkan Dia! Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami! (Mat 27:25). Sang mentari malu, karena terangnya tidak bisa menemus kegelapan yang menyelimuti mata batin para hakim dalam persekutuan jahat mereka: pokoknya Dia harus mati!

Adakah yang lebih kejam daripada menganiaya dan membunuh orang yang tak bersalah, atas nama kebenaran yang hanyalah hiasan pemulas pusaran nafsu-nafsu jahat yang berkelidan? Lebih lagi, Sang korban adalah Dia yang telah menyembuhkan yang cacat dan luka, yang menghibur yang berbeban berat dan berduka, yang mengajarkan olah hati yang penuh cinta kasih, sabar dan sederhana.

Di atas kayu salib hina, Dia laksanakan yang Ia wartakan: mengasihi orang yang memusuhiNya dan berdoa untuk orang-orang yang menganiaya Dia (cf. Mat 5:44): Bapa, ampuni mereka karena  mereka tak tahu apa yang mereka lakukan (Luk 23:34). Duhai hati yang seluas cakrawala!

Ah… Andai mereka tahu apa yang mereka lakukan… Andai kita selalu tahu dan sadar akan apa yang kita lakukan…

 

One thought on “The Seven Last Words of Christ . Sabda Pertama.

  1. It is great, thanks for sharing, Rm Ardi, best regards, Congratz to enter holy week

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »