Sabtu sunyi

Sabtu sunyi

Luk 24: 1-12

Malam ini, kita menanti dan sekaligus merayakan titik balik dalam sejarah kemanusiaan: kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian.

Mengapa Yesus? Orang lain pernah menganggap diri sebagai mesias pada waktu itu. Kenyataannya, menurut Yosephus, seorang penulis sejarah, hanya dalam beberapa puluh tahun sesudah Yesus, melaporkan bahwa ada sekitar empat belas orang yang mengklaim diri mereka sebagai mesias. Beberapa dari mesias- mesias palsu itu menjadi sangat populer dan mempunyai banyak pengikut.

Lalu apa yang membuat Yesus, seorang tukang kayu dari desa Nazareth memenangkan “jabatan” itu?

Yesus tidak memamerkan tanda-tanda spektakuler yang menurut ukuran jaman kontemporer ini sebagai tanda-tanda yang dapat diandalkan untuk mencapai kesuksesan, seperti menjadi terkenal, bernasib baik, dan diikuti oleh banyak pengikut yang setia. Ia hanyalah seorang pembuat dan penjual meja kursi dan tukang yang miskin dari sebuah desa kecil di Galilea yang menghabiskan tiga tahun berkeliling di daerah Palestina dan mengalami konflik dengan otoritas keagamaan. Ia menarik perhatian banyak orang namun hanya sedikit saja yang setia mengikutiNya dan banyak dari yang mengikutiNya dan berseru “Hosana Putra Daud” pada hari Minggu Palma yang lalu akhirnya berpaling dariNya dan kemarin meneriakkan “salibkan Dia”.

Yesus dari Nazareth memiliki sekurang-kuranya dua karakter yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pertama dan yang paling nampak jelas, Ia dibangkitkan dari kematian; dan kedua, sebuah kelompok yang telah Ia bentuk tetap setia padaNya dan meneruskan misiNya bahkan ketika ada penganiayaan dan kematian menghadang di jalan.

Inilah bukti-bukti yang paling kuat, namun yang paling meyakinkan sebagai bukti bahwa Yesus adalah sang Mesias terletak di tangan kita. Kita adalah bukti nyata bahwa Yesus telah bangkit. Seperti para murid pertama, kita juga, telah meninggalkan persembunyian kita dan mewartakan pesan ilahi kerahiman Allah Bapa dan belas kasihNya nyata bagi seluruh dunia bahkan ketika kita menghadapi pertentangan dan kesalahpahaman. Eksistensi kita sebagai individu dan sebagai sebuah Gereja, menegaskan bahwa Yesus sungguh Putra Allah dan Tuhan sang pencipta alam semesta.

Besok adalah Hari Raya Paskah, kebangkitan Tuhan. Sebelum kita bangun, marilah kita mengingatkan kita sendiri bahwa kita memiliki peran yang penting bagi masa depan Kerajaan Yesus. Marilah kita bergembira dalam kemenangan kebangkitan Yesus dan biarlah kegembiraan kabar gembira kebangkitanNya memberi kita masing-masing energi yang kita perlukan untuk mewujudkan panggilan kita.

Comments are closed.
Translate ยป