St. Petrus dan St. Mara Magdalena adalah contoh kerasulan sejati
Hari Selasa dalam Oktaf Paskah
Kisah Para Rasul 2:36-41
Yohanes 20:11-18
Saudara-saudari terkasih,
Bacaan pertama hari ini St. Petrus meyakinkan kaum Israel bahwa Yesus yang mereka salibkan itu benar-benar Messias, benar-benar Tuhan dan Kristus. Hal itu membuat orang banyak bingung dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang yang sebelumnya hanya bekerja sebagai penjala ikan dari Galilea itu bisa mempertobatkan dan membaptis tiga ribu orang dalam satu hari? Ternyata mereka tidak perlu berargumentasi lagi dengan Petrus ketika mereka mendengarkan pewartaannya tentang Yesus yang adalah Tuhan dan Kristus. Disamping keberhasilan Petrus dalam kesaksiannya kitapun bisa melihat dan menghubungkan keberanian dan keberhasilan para murid dengan keberanian serta pengalaman Maria Magdalena dengan Yesus dalam bacaan Injil hari ini.
Karena dalam perikope sebelumnya dari Injil Yohanes, diceritakan bagaimana Maria Magdalena menyampaikan kepada Petrus dan Yohanes bahwa, pagi-pagi buta ia telah melihat batu penutup pintu makam Yesus telah terbuka/terguling dari tempatnya ketika ia sampai di makam. Yohanes dan Petruspun segera berlari ke makam, dan ketika mereka sampai di makam mereka menyaksikan bahwa “kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terrletak dekat kain kapan itu tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.”
Pada saat yang sama dikatakan bahwa Maria Magdalena berdiri dekat kubur itu dan menangis dan dia tidak bisa mengerti apa yang telah terjadi. Sambil menangis ia menjenguk kedalam makam, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Dan pada saat itu juga seseorang yang disangka penjaga kebun (yang sebenarnya ia adalah Yesus) menyapanya. Kepada orang yang disangka penjaga taman itu Maria Magdalena minta, “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, dimana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya.” Tetapi dalam penampakan itu Yesus sendiri akhirnya menyampaikan kepada Maria Magdalena, “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.” Lalu Maria Magdalena pergi dan menyampaikan kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!”Maria Magdalena menyampaikan kabar gembira kepada para murid, ia memulai tugas pewartaan tentang kebangkitan Yesus, sama seperti yang diwartakan oleh Petrus kepada banyak orang dan banyak juga yang bertobat dan bersedia dibaptis.
Saudara-saudariku terkasih,
Pada kesempatan yang istimewa ini kita semua diajak untuk tekun berdoa terutama dalam tahun kerahiman ini agar kitapun bersedia melalui contoh serta teladan Petrus dan Maria Magdalena merasa terdorong dan tidak gentar/takut ataupun ragu-ragu mewartakan kabar gembira kepada semua orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.