Pulang
8 Mei 2016
Kisah Para Rasul 18:23-28
Mazmur 47
Yohanes 16:23-28
Situasi pengungsi di dunia saat ini amat parah. Mereka yang terpaksa harus meninggalkan tanah air mereka karena peperangan, kekerasan, atau kemiskinan yang kronis terkadang harus menempuh jalur yang berbahaya untuk pindah ke negara lain. Setelah itu pun kebanyakan harus tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang sangat minimum. Bayangkan mereka yang berharap bisa pulang kembali, jika saja keadaan di negara mereka bisa lebih baik. Bayangkan anda tidak bisa kembali ke tempat kelahiran anda, tempat anda dibesarkan di mana terkandung banyak memori suka dan duka dengan keluarga dan teman-teman.
Yesus berpesan dalam Injil hari ini bahwa Ia datang dari Bapa dan akan kembali pada Bapa. Kita manusia pun sama-sama berasal dari Allah. Tetapi kita sudah lama terpisahkan dari Allah. Karena dosa, kita menjadi seperti pengungsi yang kehilangan arah dan tidak bisa kembali pada Bapa. Semuanya berubah ketika Yesus datang ke dunia, hidup dan wafat dalam sengsara dan bangkit. Ia adalah jalan, terang, dan kebenaran (Yohanes 14:6). Ia adalah jalan bagi kita supaya bisa pulang kembali ke rumah abadi kita bersama Bapa (Yohanes 14:2).
Jalan itu tidak lain adalah jalan salib Yesus, yang mengantarkan kita pada kebangkitan dan hidup abadi. Jalan yang tidak mungkin bisa kita jalani sendiri kalau tidak dikuatkan Roh Kudus yang dikirimkan Yesus setelah Dia kembali pada Bapa. Seperti pengungsi yang sudah lama terpisah dari tanah airnya, kita menantikan saat di mana kita bisa pulang, saat kita bisa merasakan kembali kepenuhan hidup dalam kasih Allah Tritunggal.