Menabung

Menabung

HARI JUMAT DALAM MINGGU BIASA KE SEBELAS
17 Juni, 2016
 
2 Raja-Raja 11:1-4, 9-18, 20
Matius 6:19-23
Saudara-saudariku terkasih,
    Bacaan pertama hari ini dari kitab kedua Raja-Raja merupakan babak terakhir dalam sejarah bangsa Israel yang sudah dimulai dari kitab Kejadian. Hasil akhir dari perjalanan sejarahnya tidak terlalu mengesankan bagi bangsa Israel sendiri, karena para penguasa yakni para raja kebanyakan telah mangkir dari jalan Tuhan. Hal itu boleh dibilang telah menjadi sebabnya kejatuhan bangsa Israel dan akibatnya mereka harus mengalami masa pembuangan
    Dalam bacaan pertama itu kita melihat Atalya menemukan bahwa puteranya Ahazia telah dibunuh setelah hanya satu tahun menjadi raja di Yudah. Untuk mempertahankan kekayaan dan kekuasaannya, boleh dibilang ia menikmati hidup sebagai ibu putera mahkota, bahkan ia dengan sewenang demi harta benda duiawi, membunuh semua kepala pasukan. Tetapi harta bendanya tidak bertahan lama. Karena pada akhirnya raja muda itu Yoas yang baru saja memerintah dibunuh bersama Atalya. Suatu perjanjian baru dibuat lagi antara Tuhan dengan raja yang baru bersama umatNya.
    Sementara dalam bacaan Injil, Yesus mengingatkan kita akan “ketidakabadian harta benda duniawi; seperti kekuasaan, kekayaan dan ketamakan akan kepemilikan seperti yang telah dilakukan oleh Atalya.” Yesus mengatakan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumplkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Dalam pengajaran katekismuspun diingatkan bahwa Gereja secara rohani telah menegaskan akan disposisi batin kita untuk berada pada pihak Allah atau tidak. Oleh karena itu kita harus bisa membuat keputusan secara utuh mencintai Tuhan dan mengesampingkan hal-hal yang membuat kita masyhur atau mengejar keuntungan semata-mata dan jauh dari Tuhan.
Saudara-saudariku terkasih,
 
    Sangat mungkin setelah membaca beberapa kalimat dari renungan ini, kita lalu berkesimpulan bahwa kita telah mencurahkan seluruh perhatian, hati dan tenaga untuk menerima dan mencintai Tuhan. Tetapi bukan tidak mungkin bahwa seringkali hati kita menjadi terganggu oleh hal-hal yang samasekali tidak terlalu penting. Apakah kita begitu terikat kepada harta benda duniawi? Kadang-kadang kita begitu mementingkan posisi untuk suatu jabatan dalam pekerjaan, personal atau professional success? Ataukah kita menjadi begitu tamak akan harta benda yang samasekali kita tidak butuhkan tetapi hanya karena untuk dipamerkan kepada orang lain?
    Itulah beberapa hal yang sungguh-sungguh sangat mengganggu dan menghalangi kita, ketika tiba saatnya kita harus menghadap Tuhan. Oleh karena itu kita kembali kepada kata-kata Yesus dalam injil Matius tadi: “kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” Karena kalau kita sudah sangat tenggelam dan terikat pada harta benda duniawi, sudah sangat pasti akan sangat riskan untuk setia kepada Allah bahkan bisa dengan mudah mengkhianatiNya. Jadi, kita mohon kepada Tuhan agar kita bisa selalu fokus kepada harta benda yang bisa selalu menghantar kita lebih dekat dengan Tuhan, mencintai Tuhan, karena kita percaya semua yang lain akan dijamin oleh Tuhan sendiri…penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah. Amin.
Comments are closed.
Translate »