KERENDAHAN HATI MENYUBURKAN IMAN
Selasa, 28 Juni 2016
Peringatan wajib St. Ireneus
Am 3:1-8, 4:11-12
Mat 8:23-27
Yesus mengajarkan kepad para muridNya untuk selalu percaya. Ketika para muridNya kurang percaya maka yang terjadi mereka hidup dalam ketakutan, kecemasan dan kekuatiran. Bahkan perasaan tersebut bisa membuat orang putus asa. Tidak mampu menghadapi persoalan-persoalan hidup jika orang hanya mengandalkan kepandaian dan kekayaannya saja. Kekuatan yang mampu mengatasi kerapuhan manusia adalah iman. Iman bukan rumusan yang rumusan kata-kata yang diketahui, namun iman adalah relasi seseorang kepada Kristus dimana didalamnya orang dengan cinta menyerahkan hidupnya dan dengan suka cita mengikuti kehandak Nya.
Iman melibatkan seluruh diri kita ; akal-budi, perasaan, tindakan. Tantangan dalam iman adalah diri sendiri. Ketika muncul keraguan, pada saat itu iman benar-benar diuji. Ketika kita berani tetap percaya ditengah-tengah rasa bimbang maka pelahan-lahan namun pasti Allah akan menyapa kita kembali dan memberikan damai suka-cita. Persoalanya adalah apakah orang berani untuk berserah kepada Allah.
Orang akan semakin berani bercaya kepada Kristus ketika orang bersikap rendah hati. Kerendahan hati menghantar seseorang untuk mengakui akan kerapuhannya dan mendorong untuk selalu bersandar pada kekuatan Allah. Orang beriman akan bertindak menurut apa yang dikehendaki Tuhan dan dalam kesadaran bahwa semua diperjuangkan untuk mengungkapkan cinta kepada Nya. Dengan demikian sikap rendah hati akan menumbuhkan iman dengan subur sehingga orang tersebut siap untuk berbuah dalam banyak tindakan kasih.
Marilah berdoa,
Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas panggilan beriman yang dianugerahkan kepada kami. Tumbuhkanlah keberanian dalam diri kami untuk mampu berserah dan senantiasa melakukan kehendak Mu. Hanya dengan kekuatan Mu kami mampu untuk setia. Sebab Dikaulah Tuhan dan penyelamat kami. Amin.