Melik Nggendong Lali
Bacaan I : Yehezkiel 24: 15-24
Injil : Matius 19: 16-22
Salah satu ungkapan nenek moyang kita tentang seseorang yang lupa daratan karena hartanya adalah “melik nggendong lali”. Ungkapan ini mengungkapkan bahwa harta bagaimanapun adalah hamba bagi manusia. Namun seringkali yang terjadi adalah sebaliknya, justru harta yang memperbudak manusia. Seluruh perhatian seseorang bisa tercurah untuk mengejar dan mengumpulkan harta. Memang tidak ada salahnya mengumpulkan harta, karena harta pun bisa digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama. Namun ungkapan yang ideal ini sering kali tidak berbuah dalam kenyataan, karena bila orang telah dibutakan matanya oleh harta maka mereka tak akan mau berbagi harta yang mereka miliki dengan sesamanya. Bila seseorang telah dikuasai oleh nafsu akan harta maka yang ada hanyalah keinginan untuk berkuasa dan terus menerus menumpuk harta.
Jika hal ini yang terjadi maka tak segan-segan orang bisa saja mengurbankan sesamanya untuk memperoleh harta yang ia inginkan. Nyawa dan hidup orang lain tak ubahnya sebuah komoditas yang bisa diperjualbelikan untuk memenuhi ambisinya untuk memperoleh harta yang banyak. Maka harapan Tuhan Yesus atas kita semuanya sangat jelas yaitu kita diminta untuk menjual seluruh harta kita. Menjual yang dimaksudkan oleh Tuhan adalah berupaya untuk tidak melekatkan diri kita pada apa yang kita miliki sebagai segala-galanya, karena jika demikian kita akan dengan mudah melupakan Tuhan, melupakan sesama kita. Dengan mudah kitapun akan menjadi budak dari harta benda yang kita miliki. Manusia adalah tuan atas harta benda dan bukan budak harta benda. Bila kita menempatkan diri kita sebagai budak harta benda maka harga diri kita jauh di bawah benda-benda yang merupakan ciptaan manusia. Semoga sabda Tuhan yang kita dengarkan hari ini senantisa menggerakkan kita untuk mau menjadi pribadi yang sehat, pribadi yang tidak mau dijajah oleh harta milik kita. Amin. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Tritunggal Mahakudus, Engkau tahu Tuhan bahwa Engkaulah yang selalu kami tinggikan, Engkaulah yang selalu kami sembah. Bantulah kami Tuhan untuk selalu menempatkan Engkau sebagai satu-satunya milik kami yang paling berharga. Bantulah kami untuk tidak larut dalam usaha kami utuk mengumbar kesenangan kami akan harta milik. Bantulah kami untuk selalu ingat bahwa Engkaulah yang abadi, yang akan selalu menjadi penyelamat bagi kami. Ya, Bapa, dalam kuasa Roh Mu kami serahkan diri kami. terpujilah namaMu ya Tuhan, amin.