Sumber Hidup
Selasa, 16 agustus 2016
Bacaan I : Yehezkiel 28: 1-10
Injil : Matius 19: 23-30
Di komunitas Padang Gurun, Pertapaan Karmel, Cikanyere, Cianjur ada sebuah kebiasaan yaitu mengadakan vigili. Acara ini diadakan tiap hari Rabu malam jam 00.00. Vigili tidak lain dan tidak bukan adalah berjaga di hadapan Sakramen Yang Mahakudus. Tujuan dari kegiatan ini adalah memuji Tuhan sebagai Sumber Hidup. Acara ini dimaksudkan pula supaya setiap orang yang mengikuti kegiatan ini sungguh sadar bahwa hanya Tuhan lah yang sungguh pantas untuk menjadi sumber hidup. Namun toh demikian kita sekalian tetap saja masih merasa heran, mengapa masih ada sekian banyak orang yang tidak menyadari akan kebenaran ini. Mereka meletakkan harapan mereka bukan kepada Tuhan, sebaliknya kepada apa yang mereka miliki. Tidakkah mereka sungguh menyadari bahwa hidup manusia di dunia ini hanyalah sementara saja. Istilah nenek moyang kita bahwa “urip iku mung mampir ngombe”, bahwa hidup itu hanyalah sekedar mampir minum.
Minuman yang utama bagi kita adalah air, dan air yang sejati itu tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan sendiri. Dari kenyataan ini kita sebenarnya telah sungguh tahu bahwa hidup kita ini hanya mungkin dipuaskan oleh Tuhan saja dan bukan oleh sesuatu yang lain. Santa Teresia dari Yesus mengajari kita bahwa Tuhan saja cukup. Memang bagi setiap pribadi yang telah menemukan Tuhan; Tuhan saja cukup, namun bagi mereka yang belum menemukan Tuhan sebagai sumber hidup, harta benda adalah sumber hidupnya. Hidup dan mati mereka terletak dalam harta yang mereka miliki. Namun tak selamanya harta itu bisa memuaskan kita. Akan tiba saatnya harta yang kita miliki tak dapat menolong kita. Akan tiba saatnya pula harta yang kita miliki tak mampu memuaskan rasa haus kita akan Tuhan. Hanya Tuhanlah yang mampu memuaskan rasa dahaga kita, karena Dialah sang Sumber Hidup yag sejati. Semoga kita sekalian yang telah dituntun oleh Tuhan semakin sadar akan hal ini dan hanya mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Amin. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Tuhan, satu-satunya harapan kami; kami hanya mengandlkan Engkau. Kami juga hanya bisa berharap kepadaMu. Bantulah kami selalu ya Tuhan untuk selalu percaya bahwa Engkaulah satu-satunya Pribadi yang dapat membantu kami, menghilangkan kehausan kami akan apa yang abadi.. tuhan bukalah hati kami selalu supaya hidup kami ini hanya bersumberkan dari kasihMu, dengan demikian kamipun mampu menjadi saluran kasihMu bagi sesama kami. Amin.