MENGHORMATI HARI SABAT
Sabtu, 3 September 2016
1Kor 4:6b-15
Luk 6:1-5
Para murid Yesus memetik dan memakan bulir gandum pada hari Sabat. Kemudian orang Farisi sangat marah karena mereka dianggap melanggar hukum hari Sabat. Yesus membela para muridNya karena apa yang dilakukan para murid adalah sesuatu yang tidak salah. Menghormati hari Sabat bukan dengan cara melarang orang untuk tidak boleh melakukan kegiatan. Namun sebaliknya merayakan hari Sabat adalah dengan melalukan pekerjaan-pekerjaan Yesus Kristus; peduli kepada mereka yang menderita, murah hati memberikan pengampunan kepada orang yang menyakiti hati, memberikan harapan dan damai kepada mereka yang putus-asa.
“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”. Maka dengan melakukan semua pekerjaan Yesus, kita menempatkan Yesus menjadi pusat hidup kita. Dengan cara inilah kita menghormati hari Sabat, Hari nya Tuhan. Hari Sabat adalah kesempatan yang baik untuk merenungkan secara khusus Kasih Allah yang telah menjadikan setiap pribadi manusia sebagai citra /serupa dangan Allah. Semakin kita hidup dalam kasih, kerendahan hati dan tulus maka kita akan semakin serupa dengan Allah. Semakin orang menyadari kasih Allah yang tercurah di dalam hidupnya, maka ia akan semakin berani untuk bersaksi kepada sesamanya dengan cara banyak berbuat kasih, melakukan semua yang dikehendaki Allah.
Tuhan selalu mendorong kita untuk membuka hati untuk menerima kehadiran Nya. Hari Sabat yang kita rayakan pada hari Minggu adalah saat yang diberikan Tuhan untuk sejenak untuk merenungkan kembali Kasih Allah, bersyukur atas segala yang diberikan Allah kepada kita dan semakin berani hidup dalam kasih dan peka untuk peduli terhadap penderitaan sesama.
Marilah berdoa,
Allah yang Maha Kasih, terima kasih atas kasih yang selalu tercurah dalam hidup kami. Berikanlah kesadaran selalu kepada kami untuk mengenali kehadiran kasih Mu. Semoga kami tidak hanyut dalam kesibukan kami, namun sebaliknya semoga kami semakin peka dengan semua yang telah Engkau kerjakan kepada kami dan akhirnya berani saksi-saksi Mu dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.