Pesta Kelahiran SP Maria
Kamis, 8 September 2016
Injil: Mat 1:1-16.18-23
Pesta kelahiran SP Maria mulai dirayakan di Jerusalem pada sekitar akhir abad kelima. Pesta ini memberikan kegembiraan rohani kepada kita karena dengan kelahiran SP Maria berarti sudah dekatlah kelahiran Yesus Kristus juru selamat kita. Kedua peristiwa itu tidak bisa dipisahkan; yang satu mempersiapkan yang lain.
Dalam Perayaan Ekaristi hari ini dibacakan silsilah Yesus Kristus juru selamat umat manusia. Pembacaan silsilah ini dimaksudkan agar para pembaca memahami dan mengalami kegembiraan rohani karena janji keselamatan bukanlah sekedar isapan jempol namun sungguh-sungguh terjadi. Masalahnya adalah rentang waktu yang sangat panjang mulai dari Abraham yang hidup antara tahun 1800 SM sd 1600 SM sampai Yesus lahir sekitar tahun 3-5 SM.
Selama hampir 2000 tahun umat dituntun untuk memahami dan mengalami keselamatan. Jatuh bangunnya kehidupan umat beriman terungkap juga dalam silsilah itu, karena dari nama-nama yang tertulis ada orang-orang yang memiliki masalah moral yang cukup serius, seperti misalnya kisah hidup Yehuda dan Tamar yang dapat kita baca di dalam kitab Kejadian bab 38. Dan masih ada beberapa nama lagi yang tidak menggambarkan “kesucian”.
Allah adalah Allah yang berbelaskasih. Ada kehendak baik dalam diri Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari kungkungan dosa. Yang diharapkan dari umat manusia adalah kesediaan untuk menerima dan percaya kepada Yesus Kristus sang juru selamat dengan mengakui bahwa umat berdosa dan tidak layak untuk diselamatkan. Dengan mengakui kedosaan maka pintu keselamatan terbuka.
Tidaklah mudah mengakui bahwa kita bersalah dan berdosa. Seringkali ada perasaan malu, gengsi, dan bahkan tidak mau lepas dari kenikmatan dosa. Injil mengingatkan kita akan pentingnya pertobatan. Yesus bersabda,”Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat”. (Luk 5:32).