Jumat, 9 September 2016
Jumat, 9 September 2016
Injil: Luk 6:39-42
Poin yang sangat penting bagi Lukas adalah bahwa semua ini adalah refleksi atas Cinta dan belas kasih Allah kepada umatNya. Setelah otang mengalami cinta dan belas kasihNya diharapkan pengalaman rohani itu dibagikan ke dalam hubungan dengan sesama. Saling membantu menunjukkan jalan menuju keselamatan; kita semua adalah sama-sama murid yang perlu terus belajar menepaki kehidupan sebagai otang beriman; kita diajak untuk menghidari sikap yang mengritisi dan mengadili bagaimana sesama menghidupi iman dan moral mereka.
Tentu dalam hal ini kita harus bijaksana karena perlu dibedakan antara masalah hukum dengan penghayatan iman dan moral dalam kehidupan. Kalau mereka yang secara resmi ditunjuk atau ditahbiskan sebagai “penjaga hukum dan moral” menegur sesama perlu diterima sebagai ajakan untuk bertobat dan bukan sebagai penghakiman. Yesus membuat garis yang jelas untuk membedakan orang yang pertcaya kepadaNya dan yang tidak; antara mereka yang menghayati moral dengan baik dan yang tidak meperdulikan nilai-nilai moral. Yesus senantiasa mengajak mereka untuk bertobat
Hal ini bukanlah hal yang mudah. Paulus pun nampaknya mengalami kesulitan tercermin dalam suratnya, “Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?” (1 Kor 4:21). Paulus pernah memperingatkan umat Filipi akan bahaya dari orang-rang yang memaksakan kehendak agar orang-orang disunat terlebih dahulu sebelum dibaptis. (Flp 3-16).
Paulus memberi nasihat yang bagus kepada Timotius, Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Tim 4:2).