Sabtu,10 September 2016
Sabtu,10 September 2016
Injil: Luk 6:43-49
Saudara-Saudari terkasih dalam Kristus,
Kita dihadapkan pada dua pilihan, apakah kita sungguh-sungguh membuat Sabda Yesus menjadi dasar hidup kita atau kita membiarkan Sabda Yesus masuk ke telinga kiri dan keluar dari telinga kanan tanpa masuk ke dalam hati sehingga hidup iman dan moral kita tidak berubah menjadi lebih baik.
Sering orang bertanya-tanya apakah ada orang yang dilahirkan sebagai orang jahat, pembunuh, pemerkosa, dan lain sebagainya. Tidaklah mudah menjawab pertanyaan semacam itu karena obyektif ada orang yang sudah terlibat dengan masalah hukum kriminal sejak usia yang relatif sangat muda. Ada orang yang tidak berubah dari perbuatan-perbuatan jahatnya.
Setiap orang Katolik lahir dengan menyandang dosa Adam atau obyektif lahir dalam keadaan berdosa. Setelah dibaptis orang katolik menjadi milik Gereja yakni Tubuh Kristus. Kemudian dia berkembang dalam masyarakat yang tidak semuanya kondusif dengan ajaran Katolik. Orang bisa jatuh ke dalam dosa pribadi yang mematahkan rantai kesucian penghayatan iman dan moral berdasarkan Sabda Yesus.
Jadi masalahnya bagaimana kita menghayati dan memelihara Sabda Yesus supaya tidak dipatahkan oleh kekuatan apa saya yang bukan kekuatan dari Allah. Iman harus kuat dalam menghadapi tantangan, cobaan, gangguan, penderitaan dan lain sebagainya. Iman membuat kita menyandarkan diri kepada Allah sehingga kita tidak mudah frustrasi ketika menghadapi kesulitan dan tidak menjadi sombong ketika kita mengalami keberhasilan. Iman membuat kita merasa bersalah dan berdosa ketika kita mengkhianati cinta kasih Yesus dengan sengaja melakukan perbuatan-perbuatan jahat amoral dan asosial. Iman membuat kita tekun berdoa memohon kekuatan supaya tabah dan berani menolak segala macam godaan yang bisa menghancurkan hubungan cinta kita dengan Kristus. Iman membuat kita rela berkorban bagi sesama, seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Mrk 10:45)
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti sebuah jerat…Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan …” (Luk 21:34-36)
One thought on “Sabtu,10 September 2016”
Romo, renungannya bagus, mudah diserap karena jelas pemaparannya.
Profisiat Romo!
Comments are closed.