Takut
Bacaan I: Efesus 1:11-14
Bacaan Injil: Lukas 12:1-7
Saat saya kecil dulu, seperti umumnya anak laki-laki, kadang bandel juga tidak menuruti kata orang tua. Yang disuruh dilakukan tidak dikerjakan, yang dilarang diperbuat malah ditindakkan. Salah satu cara yang mudah untuk mengendalikan kebandelan saya, adalah dengan menakut-nakuti saya. Misalnya, jangan bermain di jalan, nanti ketabrak mobil. Jangan main terlalu malam, nanti tersesat atau diculik orang. Jangan suka jajan, nanti sakit. Sebagian nasehat tentu saja benar dan begitulah adanya. Nasehat itu menjadi ekspresi kepedulian dan kasih saying orang tua. Sebagian bisa jadi sekedar alat untuk mengatur saya dengan memanfaatkan rasa takut saya. Takut, adalah pengalaman manusiawi yang seperti juga lapar, marah, cinta, dapat dimanipulasi untuk merampas kebebasan orang lain.
Seperti mengantisipasi apa yang akan terjadi, Yesus mengajak para muridNya untuk tidak takut pada mereka yang bisa menyakiti bahkan merenggut nyawa mereka. Sebab pada akhirnya, hanya Tuhan Allah yang dengan kemahakuasaanNya mampu berbuat lebih jauh dengan jiwa dalam keabadian, kuasa yang melampaui batas kehidupan di dunia fana ini. Tak sedikit orang di dunia menggunakan kekuasaan mereka, entah karena kekuatan fisik, kedudukan social, ataupun kekayaan materi, untuk menekan, menjajah, memperbudak orang lain. Yesus memamg mengingatkan kita bahwa ada yang hendaknya lebih ditakuti, kalau alasan kita bertindak hanyalah untuk memberi jaminan keselamatan dengan menghilangkan unsur yang membuat takut.Namun ada yang lebih dari itu.
Yesus mengajak kita untuk bertindak berdasar prinsip kebenaran, keadilan dan cinta kasih. Ajaran ini ditandaskan dengan contoh nyata bagaimana Ia tidak tunduk menyerah kepada ketakutan. WafatNya di salib adalah wujud kemenangan atas rasa takut pada para penguasa dunia, sekaligus ekspresi kasih pada Bapa yang lebih berkuasa dari segala penguasa dunia itu. Semoga kita pun saling menguatkan, agar pandangan mata kita tidak berhenti pada ketakutan duniawi, namun sungguh diarahkan pada hormat bakti pada yang Ilahi. Mari kita doakan saudara-saudari kita yang karena iman dan kebenaran, diteror dengan aneka macam cara untuk memadamkan api hidup dan kasih mereka. Amin.
