Segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Tuhan
HARI SABTU MINGGU 31
MASA BIASA
5 November, 2016
Filipi 4:10-19
Lukas 16:9-15
Saudara-saudari terkasih,
Kita semua sudah lama mendengar apa yang Yesus katakan dalam bacaan Injil hari bahwa, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mammon.” Namun tidak mustahil andapun akan bertanya, “apa itu Mamon?” Kebanyakan para ahli tidak semuanya sepakat memberikan arti kepada kata “mamon,” secara etimologis. Seringkali orang mengartikannya dengan “kaya” ataupun “kekayaan,” meskipun oleh beberapa ahli masih memberikan beberapa terjemahan yang lebih menarik. Terjemahannya datang dari kata Yunani atau juga dari bahasa Aramaica yang berarti “dimana semua orang percaya, atau menaruh kepercayaan kepada harta dan kekayaannya.” Apakah kita menaruh kepercayaan kepada kedudukan/jabatan, wewenang dan title? Sangat mungkin “mamon” dalam konteks ini bisa menjadi fokus seseorang untuk menjauhkan diri dari Tuhan, menjadikannya sebagai sumber hidup dan menjadi hidup satu-satunya.
Dalam bacaan hari ini Yesus berbicara tentang kekayaan yang bisa saja membuat orang menjadi “tidak jujur.” Apakah itu yang Yesus maksudkan dengan orang yang mengikuti konsep ini untuk berlaku tidak jujur? Sepertinya Ya! Namun dipihak lain kepada mereka yang datang mendengarnya, Yesus maksudkan agar mereka berhenti mempergunakan kekayaannya untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi mempergunakannya secara baik, dan tepat guna. Yesus mengingtkan agar kita tidak menaruh kepercayaan seutuhnya kepada harta benda duniawi untuk kehidupan kekal, tatapi mempergunakannya secara tepat untuk membangun kerajaan Allah di bumi tercinta ini. Kita seharusnya menaruh seluruh kepercayaan kepada Tuhan, dan mempergunakan semua berkat yang telah kita terima dari Tuhan untuk memuji, memuliakan dan melayaniNya dalam diri sesama.
Segala sesuatu yang duniawi itu akan cepat sekali berlalu. Kita sudah sering juga melihat bahwa hidup orang dalam sekejap dapat berubah begitu cepat. Tetapi Allah dan kerajaanNya tetap selamanya, tidak pernah akan berubah. Oleh karena itu, kita harus bisa menaruh seluruh kepercayaan kepadaNya. Apakah anda hanya mempunyai satu tuan dalam hidupmu?
Saudara-saudari terkasih,
Kita hanya mempunyai satu tuan di dunia ini: yakni “Allah Bapak kita yang penuh belaskasih.” Marilah kita berjuang dan berlomba-lomba mencintai dan melayani Tuhan kita; dengan demikian hidup kita akan dipenuhi dengan kedamaian dan kegembiraan serta sukacita, dan sekali kelak kita boleh hidup berbahagia bersama Tuhan di surga. Amin.