RABU, 9 NOVEMBER 2016
RABU, 9 NOVEMBER 2016
Yeh 47:1-2,8-9,12
1Kor 3:9b-11,16-17
Yoh 2:1-17
Yesus mengarahkan kepada kita semua bahwa yang terpenting dalam membangun jemaat Gereja, umat Allah, bukan bangunan fisiknya. Bangunan fisik pada suatu saat bisa hancur karena usia, bencana alam, dll. Akan tetapi jika persekutuan orang beriman didasari pada iman kepada Yesus Kristus maka sepanjang masa tidak akan hancur karena iman dan jiwa manusia bersifat abadi. Berapa besar dana yang dikeluarkan untuk bangunan yang megah? Namun setelah sekian puluh tahun berapa banyak orang yang datang kesana untuk berdoa? Pembangunan fisik tidaklah cukup jika tidak disertai pemeliharaan hidup rohani yaitu relasi pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus.
Orang bisa kagum dengan yang ada diduniawi, namun bukan itu tujuannya sebagai orang beriman. Yesus mengarahkan kepada para muridNya untuk berpusat pada Yesus Kristus sendiri sebagai dasar hidup. Karena didalam Yesus Kristus semua orang disatukan dengan Kasih Allah dan menerima keselamatan. Iman kepada Yesus Kristus yang dihayati dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan buah-buah yang baik ; kemurahan, kedamaian, kasih, kesabaran, kebijaksanaan, menguasaan diri , sukacita dan keselamatan abadi.
Dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang berlimpah kasih dan berkat yaitu kesadaran dan usaha untuk selalu bersandar pada Allah dan mau mengikuti jalan kebenaran yang telah ditujukan oleh Yesus Kristus. Sudah terlalu banyak orang yang pandai berteori dan berdiskusi tentang bangaimana cara membangun jemaat beriman, hanya satu yang penting adalah keberanian untuk menghayati cara hidup seperti Yesus Kristus yang mendasarkan segalanya dengan Hukum kasih.
Marialah berdoa,
Allah yang Maha Kasih terima kasih atas anugerah Iman yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Doronglah kami selalu untuk selalu setia kepada Mu dan hidup menurut kehendak Mu agar kami siap mewartakan kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.