Renungan Hari Rabu, 16 Nopember 2016
Renungan Hari Rabu, 16 Nopember 2016
Bacaan-bacaan: Why 4:1-4; Mzm 150:1-6; Luk 19:11-28
Waktu saya menghadiri Perayaan Ekaristi waktu saya masih duduk di bangku sekolah SD, saya seringkali terkesan ketika lagu “Kudus-Kudus-Kudus” dari misa Lauda Sion” dilagukan oleh koor dan segenap umat. Waktu saya mengungkapkan perasaan gembira saya melagukan “Kudus-kuduslah Tuhan…” ibu saya mengatakan bahwa lagu itu dinyanyikan oleh para malaikat di surga.
Merayakan Perayaan Ekaristi sedapat mungkin setiap hari bagi saya merupakan pengalaman “In Heaven Right Now.” Dengan kata lain saya menemukan surga di dalam perayaan Ekaristi. Dalam Kitab Wahyu digambarkan bagaimana para malaikat dan santo-santa menyembah Allah di surga dengan menyanyikan “Kudus, Kudus, Kudus.” Dengan menyanyikan Kudus, Kudus, Kudus dalam perayaan Ekaristi, kita dipersatukan sebagai satu keluarga surgawi, keluarga Allah.
Misa, Kitab Wahyu dan Surga adalah satu. Di dalamnya kita mengalami penghiburan yakni janji akan keselamatan; janji bahwa Kerajaan Surga akhirnya akan merajai walaupun pada awalnya mengalami banyak kesusahan dan tantangan yang seakan-akan semua kesulitan itu akan menggagalkan berdirinya Kerajaan Allah.
Kitab Wahyu berbicara tentang “Seseorang” yang akan datang. Dia adalah Yesus Kristus dan kedatanganNya yang kedua kalinya. Dalam Perayaan Ekaristi pada waktu Hosti dan piala diangkat oleh imam, ibu saya mengajak kami anak-anak membisikan kata-kata “ya Tuhanku dan Allahku.” Ya, Yesus Kristus benar-benar datang dalam Misa. KerajaanNya benar-benar hadir dalam umatNya dalam Perayaan Ekaristi.
Marilah kita sebagai orang Katolik tekun menghadiri Perayaan Ekaristi, apa pun perasaan kita. Entah kita sedang senang atau sedih; semangat atau “nglokro” (low energy); sukses atau gagal. Apa pun, kita tetap menghadiri Perayaan Ekaristi.
It is good to be there, no matter what!