Bersuka Cita dalam Roh Kudus
Bersuka Cita dalam Roh Kudus
Selasa dalam Pekan Pertama Adven
29 November 2016
Lukas 10:21-24
Yesus bersukacita di dalam Roh Kudus. Ia bersuka cita karena Allah Bapa telah menyatakan kebenaran akan Kerajaan Allah kepada orang-orang sederhana, yang diwakili oleh para murid-murid Yesus. Satu hal yang cukup menarik adalah Yesus bersuka cita dalam Roh Kudus. Pertanyaannya sekarang bagi kita adalah apakah kita juga bersuka cita dalam Roh Kudus atau padahal lainnya? Mungkin kita bergembira dalam kekayaan dan uang? Mungkin kita bahagia dalam posisi dan jabatan, entah di pekerajaan maupun di Gereja? Mungkin kita bersuka cita dalam berbagai prestasi hidup kita? Mungkin kita berbahagia dengan kekuatan dan usaha kita sendiri?
Menurut Injil, suka cita dalam Roh Kudus ini mengalir dari kemampuan dan kemauan Yesus untuk mengenali karya Allah Bapa di dalam hidup-Nya. Pertanyaan berikutnya bagi kita adalah apakah kita mau dan mampu untuk mengenali karya Allah Bapa di dalam hidup kita? Lalu, bagaimana kita bisa mengenali karya Allah di dalam hidup kita? Yesus mengajarkan kita untuk mengenali karya Allah dengan mata kesederhanaan, bukan dengan mata keangkuhan. Terkadang, dengan segala keberhasilan dan prestasi, kita merasa bisa melakukan segala hal dengan kekuatan kita sendiri. Kitapun melihat semua yang kita miliki dan yang terjadi dalam hidup kita berasal dari kemampuan dan kerja keras kita, dan bukan dari karya Allah.
Sementara dalam mata kesederhanaan, kita dapat melihat bahwa hal-hal yang terjadi dalam hidup kita bukanlah semata-mata hasil usaha kita, namun juga rahmat Allah. Dalam kesederhanaan, kita bisa dengan mudah bersyukur karena Allah Bapalah yang bekerja dan memampukan kita.
Masa Adven adalah masa yang tepat bagi kita untuk menemukan karya Allah Bapa dalam hidup kita. Dua ribu tahun lalu, orang-orang Yahudi tidak melihat karya Allah dalam kedatangan Putra-Nya di Betlehem dalam kondisi miskin di palungan. Mereka juga tidak melihat pewartaan Yesus sebagai karya Allah karena cara-cara Yesus yang tidak mengikuti cara-cara ‘kebijaksanaan’ Yahudi. Adven mempersiapkan kita untuk bisa melihat karya Allah dalam Yesus yang datang dalam kesederhanaan hidup sehari-hari.
Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP