Buta

Buta

Buta
 
Jumat pada Pekan Adven Pertama
2 Desember 2016
Matius 9:27-31
 
Ada dua orang buta di dalam Injil hari ini. Kadang-kadang, kita seperti mereka, kita juga buta. Bukan buta sacara harifiah, namun kita mencari sesuatu yang lebih dalam dan bermakna dalam hidup kita, namun kita tidak bisa melihatnya. Mungkin kita mencari dalam kerja keras dan uang yang kita hasilkan. Mungkin kita mencoba menemukannya dalam pakaian yang mahal dan modis, gadget yang paling canggih dan terbaru, arloji, mobil mewah, dan rumah besar. Beberapa mungkin mencari hobi yang memberi kesenangan, ada yang sehat, tetapi beberapa juga tidak sehat dan mengarah pada kecanduan, seperti minum, judi dan seks. Namun, terlepas dari semua kesenangan yang kita dapatkan, kita menyadari bahwa semua ini tidak sempurna. Kemudian, kita menyadari bahwa kita tetaplah seorang yang buta.
Namun, ketika dua orang buta ini tahu bahwa Yesus datang ke kota, mereka tahu saat itu apa yang mereka benar-benar inginkan dalam hidupnya. Lalu, mereka melakukan semua upaya untuk mencapai Yesus, untuk menyentuh Dia dan untuk berkomunikasi dengan-Nya. Seperti dua orang buta ini, Yesus datang pada hidup kita di waktu dan cara yang tak terduga, tetapi kehadiran-Nya membawa kita kegembiraan dan jiwa kita tahu apa yang kita benar-benar cari. Sekarang, terserah kepada kita untuk mengambil kesempatan dan bergerak lebih dekat kepada Yesus.
Kemudian Yesus pun menyembuhkan kedua orang buta ini. Tentunya, ketika mereka membuka mata untuk pertama kali, orang pertama ia lihat adalah Yesus. Seperti mereka, kita juga orang-orang buta dengan begitu banyak hal dalam hidup, seperti masalah, kecanduan, kemarahan, dan kebencian. Jadi, ketika Yesus datang kepada kita dan menyembuhkan kita, apakah kita bersedia untuk memungkinkan Yesus untuk membuka mata kita untuk melihat-Nya, melihat seseorang yang selalu kita cari?
Apakah kita akan menjadi orang buta untuk seluruh hidup kita? Apakah kita mau mengakui kehadiran Yesus dalam hidup kita? Apakah kita bersedia untuk membuat semua upaya untuk mendekati-Nya? Ketika Yesus bertanya apa yang kamu apa, apakah kita siap untuk menjawab, “Saya ingin melihat-Mu, Tuhan.”
 
Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP
Comments are closed.
Translate »