Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Adven 2 – Jumat, 9 Desember 2016

Matius (11:16-19)

Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa’. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini berkata ”Dengan apa akan Kuumpamakan angkatan ini? Melalui kata-kata ini, Yesus sebenarnya menegur sikap atau cara orang Yahudi yang terlihat kekanak-kanakan. Tuhan telah melakukan hal-hal yang baik terhadap mereka, akan tetapi mereka menolak untuk percaya, mereka menolak untuk menerimanya, tidak mau berubah menjadi lebi baik dan tidak mau terbuka untuk bekerja sama dengan Tuhan.

Bagaimana dengan generasi kita? Apakah kita terbuka terhadap tuntunan Roh Kudus yang membawa kita kepada apa yang Dia kehendaki? Apakah kita terbuka terhadap perubahan dan hal-hal baru yang Tuhan berikan dalam hidup kita,dalam gereja dan dunia? Sesungguhnya, Tuhan memanggil kita untuk berubah kearah yang lebih baik dan selalu bersedia untuk menjadi agen perubahan demi kemuliaan Tuhan.

Bagaimana caranya kita secara otentik mau berubah demi mengikuti Tuhan? Pertama-tama kita memohon rahmat dan anugerahNya untuk berubah. Kemudian kita butuh jatuh cinta dengan Yesus. Kalau kita telah jatuh cintah denganNya, kita dengan sendirinya berubah karena hidup kita selalu sesuai dengan perintahNya. Kendati mengikuti Yesus tidak selalu mudah akan tetapi kita tetap bersedia dan teguh mengikutiNya. Kita tidak lagi hidup sesuai dengan apa yang kita kehendaki tetapi berusaha untuk setia melakukan kehendak Tuhan. Itulah Cinta. Itulah kebahagiaan sesungguhnya. Inilah citra kita manusia sejak di ciptakan.

Adven mengingatkan kita untuk kembali ke fitra kita sebagai pribadi yang dicintai Tuhan, dan sekaligus mengajak kita mengexprersikan cinta kita kepada Tuhan melalui pelayanan kasih kepada sesama.

Comments are closed.
Translate »