Wartakan Kabar Baik

Wartakan Kabar Baik

Maleakhi 3:1-4, 23-24
Mazmur 25
Lukas 1:57-66

Zakharia dibuat bisu karena dia tidak percaya akan pesan malaikat Gabriel yang mengabarkan bahwa istrinya, Elisabet, yang karena usianya sudah tua tidak mungkin bisa hamil lagi, akan mengandung seorang anak lelaki dan akan diberi nama Yohanes. Perjumpaan dengan Tuhan atau utusanNya kadang membuat orang terkejut sampai tidak bisa menggunakan inderanya. Santo Paulus, misalnya, ketika menjumpai Yesus di dalam perjalanan menuju Damaskus, hilang penglihatannya sampai beberapa hari.

Perjumpaan kita dengan Tuhan terkadang juga membuat kita tidak percaya. Kita sangsi apakah Tuhan benar-benar berkarya dalam hidup kita. Mungkin kita menganggapnya kebetulan. Mungkin juga kita lebih percaya pada kekuatan kita sendiri atau pekerjaan orang lain untuk kita. Atau mungkin juga kita takut dianggap aneh atau menjadi dijauhi oleh orang lain. Di saat itu kita pun juga seperti bisu. Kita tidak lagi menjalankan misi kita untuk menyebarkan kabar baik kebesaran Tuhan. Kita tidak bersaksi akan karya penyelamatannya yang terjadi dalam hidup kita.

Zakharia dalam kisah Injil hari ini seperti diberi kesempatan kedua untuk mewartakan tentang Tuhan. Dia bersaksi membela istrinya bahwa anak mereka harus diberi nama Yohanes seperti diperintahkan Tuhan. Seketika itu pula hilanglah kebisuannya. Dan karena merasakan kebaikan Tuhan yang memberinya kesempatan dan membuka mulutnya kembali, ia berteriak memuji Allah.

Dapatkah kita melihat karya Tuhan dalam hidup kita, walaupun melalui hal-hal yang kecil dan kelihatan sepele? Jika kita bisa menyadarinya, hendaklah kita mewartakannya kepada dunia yang sangat membutuhkan kabar baik seperti sekarang ini. Tapi kalau kita melewatkan kesempatan itu, mungkin Tuhan akan membuka jalan lagi, dan dengan lebih dahsyatnya.

Comments are closed.
Translate ยป