Jumat, 6 Januari 2016
Jumat, 6 Januari 2016
1Yoh 5:5-13
Mrk 1:7-11
Kehadiran Yesus Kristus menjadi bukti dan tanda kasih Allah yang sungguh nyata bagi manusia yang berdosa. Kasih Allah lebih besar dari segala-galanya. Sekalipun manusia berulang-ulang menyakiti hati Allah, namun Allah tidak meninggalkan manusia. Sebelum Yesus datang, terlebih dahulu Allah mengutus Yohanes pembaptis datang untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Yohanes pembaptis mengajak semua orang untuk bertobat. Sikap tobat ditandai dengan menerima pembaptisan.
Ketika Yesus hadir apakah manusia siap untuk menerimaNya? Sikap tobat menjadi tanda kesiapan kita dalam menyambut dan menerima kehadiran Tuhan Yesus. Sikap tobat mendorong kita untuk menyelaraskan pikiran, hati dan tindakan dengan jalan Kristus. Dengan demikian ketika kita menerima kehadiran Yesus dibutuhkan kesiapan diri dengan mau bertobat atau mengubah diri seturut kehendak Allah. Dorongan untuk bersatu dengan Tuhan mendorong dengan suka-rela hidup baik seturut kehendak Nya.
Dalam diri Yesus Kristus kita menemukan keselamatan abadi. Oleh karena itu sudah selayaknya kita bersyukur atas berkat Allah yang Agung ini. Iman kepada Kristus mendorong untuk terus mencari kebenaran dan damai. Ketika menyadari kasih dan anugerah Tuhan maka kita akan selalu menjaga, merawat dan menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari.
Marilah berdoa,
Allah yang Maha Kasih sertailah kami untuk menghayati iman kepadaMu. Kami menyadari bahwa hanya kepadaMu kami bersandar dan berharap. Bersama Mu kami mendapat ketenangan, kekuatan dan keberanian. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.