Kita semua adalah satu dalam imamat Kristus

Kita semua adalah satu dalam imamat Kristus

HARI SENIN DALAM PEKAN II
MASA BIASA
16 January, 2017

Ibrani 5:1-10
Markus 2:18-22
Kita semua adalah satu dalam imamat Kristus
Saudara-saudari terkasih,
    St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Ibrani telah berusaha menjelaskan dan membandingkan Kristus dengan Imam Agung Melkisedek…“Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakan pada hari ini”, …”Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Yesus dalam hidupNya sebagai manusia, telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan Nya dari maut… dan Yesus dipanggil untuk menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek untuk keselamatan dunia. Oleh karena itu argumentasi Yesus dalam hal berpuasa dari bacaan Injil hari ini, Yesus mau mengatakan bahwa Ia adalah imam Agung yang masih akan tetap selalu tinggal bersama kita, hadir dalam kurban dan persembahan untuk keselamatan umat manusia. Perumpamaan tentang kain baju tua dan yang baru, dan anggur baru dengan kantong kulit yang tua, Yesus mau mengatakan bahwa “Yesus dalam kehadiranNya pada setiap kurban persembahan, kita semua dipanggil untuk ikut ambil bagian secara aktip dan selalu meneruskan pewartaan kabar gembira kepada dunia yang terbelenggu dan yang menjadi budak dosa.”
    Lalu bagaimana caranya kita bisa ikut ambil bagian secara aktip sebagai murid Yesus, Imam Agung? Pembaptisan yang telah kita terima, kita masing-masing telah dipanggil untuk melanjutkan misi pelayananNya, sebagai imam (priestly), nabi (prophetic) dan raja (royal,kingship). Oleh karena itu kiranya tidak menjadi suatu hal yang baru lagi bagi kita, bahwa dengan trifungsi dari Sakramen Pembaptisan yang telah kita terima sebagai imam,nabi dan raja, kitapun ikut ambil bagian secara aktip dalam persembahan, puji-pujian serta ucapan syukur.
    Ketika kita ikut ambil bagian dalam perayaan Ekaristi, “dimana kurban salib itu diabadikan”, persembahan yang kita bawakan tidak hanya sekedar hadir dalam perayaan Ekaristi itu, tetapi sungguh-sungguh ikut ambil bagian secara aktip dalam doa dan nyanyian bersama imam yang membawakan persembahan itu…(priestly). Kita juga ikut ambil bagian dalam tugas pewartaan, kenabian (prophetic) ketika kita mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan. Dan akhirnya sebagai anak raja (royal-kingship) kita merasa sebagai satu keluarga anak-anak Allah dengan sesama kita, tanpa ada perbedaan kaya atau miskin, tua atau muda, sahabat/teman atau orang asing, kita merasa bahwa kita semua adalah satu dan sama dihadapan Allah, yang telah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupaNya. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27). Amin.
Comments are closed.
Translate »