Surat Cinta

Surat Cinta

Jumat, 24 Maret 2017

Hosea 14:2-10
Mazmur 81
Markus 12:28-34

Ada pendapat bahwa sabda Tuhan yang terdapat dalam Alkitab adalah seperti surat cinta dari Tuhan. Bacaan dari Kitab Hosea hari ini adalah salah satu contoh yang sempurna. Setelah Israel berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala, setelah mereka mengingkari perjanjian dengan Allah, setelah mereka melanggar perintah-perintah Allah, inilah jawaban Tuhan pada mereka:

“Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan,
Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung…
Mereka akan kembali dan diam dalam naunganKu dan tumbuh seperti gandum…”

Begitu besar kasih Tuhan dan begitu murah dan penuh pengampunan hatiNya kepada Israel dan seterusnya kepada kita semua ciptaanNya. Kita sudah dikirimkan surat cinta ini oleh Tuhan. Dan hidup kita pun sudah berlimpah akan karya nyata kasihNya. Bagaimana kita bisa membalas semua ini?

Yesus memberikan kita petunjuk dalam Injil hari ini:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu,
dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu
dan dengan segenap akal budimu
dan dengan segenap kekuatanmu.”

Ini adalah hukum yang paling utama. Allah merindukan kasih kita kepadanya. Ia tidak mau memaksa, tetapi senantiasa menantikan kita untuk kembali kepadaNya dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Ia sabar menunggu seperti sang ayah yang menunggu si anak yang hilang. Lebih dari sembahan, doa-doa, perbuatan amal, dan lainnya, Ia menantikan kasih kita. Apakah kita sudi memberikan seluruh diri kita untuk mengasihiNya?

Comments are closed.
Translate ยป