Radikalisme iman – menjadi roti hidup

Radikalisme iman – menjadi roti hidup

Radikalisme iman – menjadi roti hidup

Kis 7:51-8:1a/John 6:30-35

Yesus konsisten berhadapan dengan tuntutan orang-orang Yahudi yang meminta tanda agar mereka percaya kepada-Nya. Jawaban Yesus pada akhir percakapan berbunyi: “Akulah roti dari surga; barangsiapa datang kepadaku tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaku tidak akan pernah haus lagi.”

Inilah tanda yang diberikan Yesus, yakni memanifestasikan diri-Nya sendiri sebagai Mesias, sumber yang membawa hidup dan keselamatan bagi orang yang taat kepada-Nya. Kemesiasan Yesus terletak pada nilai keselamatan kekal. Nilai keselamatan ini secara penuh termanifestasi dalam dalam peristiwa salib. Di atas salib penderitaan dan kesetiaan Yesus pada kehendak Bapa merangkul setiap orang untuk mengalami kasih-Nya. Di sini setiap tindakan Allah adalah tindakan kasih, tindakan keselamatan. Maka dituntut pula kesetiaan yang radikal tanpa tedeng aling-aling dari pihak manusia. Setiap perjumpaan dengan kasih Allah ini selalu membawa transformasi dalam hati manusia untuk berbalik total dari hati yang membatu menjadi hati yang lembut, hati yang dingin menjadi hangat serta penuh kasih. Inilah hati baru yang ditransformasi oleh Roh Allah sendiri agar tahu bersyukur dan selalu ingin berbagi bagaikan “roti” Ilahi yang selalu siap untuk dibagi-bagikan dan dimakan.

Seperti apakah hati yang kita bawa dan ingin bagi-bagikan? Hati yang penuh kebencian atau hati yang penuh cinta kasih? Apakah kita ingin menjadi radikal seperti Yesus yang berkorban dengan dengan menjadi roti hidup, roti cinta kasih bagi hidup dan keselamatan orang lain, atau roti kebencian dan dengki yang membawa kematian? Apakah kita berani menjadi radikal untuk berbuat baik, menjaga hidup bersama atau kita justru menjadi semakin radikal dan barbarik untuk merusak tatanan hidup bersama?

Mari berdoa bagi bangsa Indonesia, kepala negara dan penegak hukum agar berani bertindak tegas, tidak takut melawan segala bentuk teror, brutalisme dan radikalisme palsu atas nama Tuhan, agama dan etnik – terutama di ibukota Jakarta agar orang tidak bertindak seenaknya dan tanpa menghormati hukum. #Saveuslord

Comments are closed.
Translate ยป