Meraih Kebahagiaan

Meraih Kebahagiaan

Senin, 12 Juni 2017

 

Meraih Kebahagiaan

 

Mat 5:1-12

 

Setiap orang merindukan kebahagian. Bagaimana orang memahami tentang kebahagian ternyata berbeda-beda.  Ada orang menganggap kebahagian ada dj dalam kelimpaan materi dan tingginya jabatan. Namun setelah orang sudah berada diposisi yang dinginkan ternyata masih belum puas dan  menginginkan hal lain dan terus-menerus diperbudak oleh keinginannya. Kebahagian ternyata bukan demikian.  Dalam sabda bahagia ditunjukkan siapa yang berbahagia.

 

Orang yang bahagia adalah ia yang selalu rindu akan belas kasih Allah. Kehadiran Allah yang dirindukan membuat hati diliputi suka-cita damai. Buah dari relasi yang dekat dengan Allah yaitu kemurahan hati, kesabaran, kekudusan, kebahagian dan berani berkurban mewartakan  kebenaran di tengah masyarakat. Dengan demikian kebahagiaan adalah suatu yang sederhana saat menghayati perjumaan dengan Allah dan mau melaksanakan kehendak Nya.

 

Tidak jarang orang merasakan keputus-asaan karena tidak menemukan kebahagiaan dan harapan dalam hidupnya. Harapan dan kebahagian ditemukan lagi saat orang menyadari bahwa Allah selalu menyertainya. Dalam hal inilah iman menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga agar harapan, kebahagian dan kasih tetap bernyala dan terjaga. Dengan demikian kebahagiaan bukan terletak pada kondisi diluar diri manusia namun tergantung pada situasi dalam diri manusia. Kedekatan dengan Allah adalah jaminan adanya kebahagiaan.

 

Marilah Berdoa,

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas anugerah kehidupan yang kami terima. KepadaMu kami persembahkan hidup kami. Jadikanlah kami hamba Mu yang setia untuk menjaga api cinta kasih dalam diri kami dan siap kami wartakan kepada sesama. Demi Kristus Tuhan dan mengantara kami.

 

Comments are closed.
Translate »