Menjadi Garam dan Terang Dunia
Selasa, 13 Juni 2017
Matius 5:13-16
Menjadi Garam dan Terang Dunia
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus menerima anugerah panggilan sebagai garam dan terang dunia. Lewat kesaksian hidupnya Kristus dikenalkan kepada dunia. Menjadi terang dan garam berarti mewartakan belas kasih Allah kepada masyarakat. Dunia yang seringkali kejam kepada meraka yang miskin dan tersingkirkan, kini lewat kesaksian hidup orang beriman dunia menjadi tempat yang nyaman bagi semua tanpa perkecualian.
Inti dari terang dan garam yang menjadi identitas orang beriman adalah Kristus yang dihayati sebagi pusat hidup. Dari pengalaman hidup rohani bersama Kristus, kita terdorong untuk membagikan kasihNya kepada dunia. Terang tidak akan redup, garam tidak akan menjadi tawar jika semua kembali pada sumber harapan, kasih dan iman yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Dewasa ini dunia menunggu kesaksian hidup orang beriman agar kekuatan jahat tidak menguasai / mendominasi dunia, sebaliknya memberi ruang agar kasih Allah yang tinggal dan merajai hati manusia. Jika Kristus benar-benar dihayati maka dengan sendirinya semua orang beriman memancarkan kebaikan dan keselamatan yang datang dari Allah. Agar kita bisa semakin bisa memancarkan terang dan menjadi garam dunia maka perlu pertobatan terus menerus, arti terus beruhaa menyesuaikan semua dengan kehendak Allah.
Marilah berdoa
Allah yang Maha kasih, kami bersyukur atas kasih yang senantiasa mengalir dalam hidup kami. Ajarilah kami untuk bisa mewarkatan kebaikan Allah kepada dunia. Dunia membutuhkan kesaksian hidup setiap orang beriman, semoga Allah menyiapkan kami untuk mewartakan Keraajaan Allah. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.