Belajar Mengasihi
Kamis, 15 Juni 2017
Belajar Mengasihi
Matius 5: 20 – 26
Yesus mengajak para muridNya untuk menghayati imannya bukan berhenti pada kata-kata saja. Orang Farisi dan Ahli Taurat sering kali menanggap dirinya sebagai orang yang taat pada agama, namun pada prakteknya mereka sering menipulasi orang lain untuk mendapatkan keungtungan pribadi dan penghormatan diri. Yesus tidak ingin para muridNya bertindak munafik seperti mereka.
Oleh karena itu para murid perlu menyadari selalu bahwa panggilan menjadi murid Kristus dipanggil untuk mewujudkan Kerajaan Allah dimana di dalam kasih dan kebenaran menjadi fondasinya. Kasih menjadi tolak ukur dari Kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa pun yang telah menjadi murid Kristus didorong untuk menampilan kesaksian hidup yang bergembira, penuh dengan kemurahan dan kasih. Dengan cara demikian maka sebagai murid Kristus, ia meperkenalkan/ mewartakan Kristus dan kerajaan Nya kepada dunia.
Kita bersyukur diperkenankan menjadi murid Kristus. Sebagai murid Nya kita bukan sebatas mengikuti aturan agama, namun menghayati cinta kasih Allah dan membagikan kasih tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar kita. Wujud kasih yang bisa lakukan adalah memafaakan orang yang bersalah dan selalu bersyukur atas segala yang ada. Bersyukur, penuh kasih dan hidup penuh harapan adalah tanda kita sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus,
Marilah berdoa
Allah yang Maha kasih, kami bersyukur atas anugerah iman yang membuat kami mengerti dan merasakan betapa baik Tuhan. Tambahkanlah terus iman agar kami siap mewartakan belas kasih Mu kepada sesama. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.