KOMITMEN KEMURIDAN
Rabu, 4 Oktober 2017
Peringatan Wajib St. Fransiskus Asisi
Nehemia 2:1-8; Mazmur 137:1-6; Lukas 9:57-62
KOMITMEN KEMURIDAN
Kisah para murid berlanjut. Semakin hari Yesus semakin terkenal karena karya dan pengajaran-Nya. Yesus menjadi viral; menjadi bahan perbincangan banyak orang. Orang berbondong-bondong ingin melihat dan berjumpa dengan-Nya. Ada yang ingin disembuhkan, ada pula yang ingin mendengarkan pengajaran-Nya. Karena karya dan pengajaran-Nya itu, semakin banyak orang yang ingin mengikuti Yesus. Semakin banyak orang ingin menjadi murid Yesus. Tapi, apa kata Yesus terhadap mereka yang ingin mengikuti-Nya?
Dalam Injil hari ini, setidaknya ada tiga jawaban Yesus kepada mereka yang ingin mengikuti-Nya. Jawaban Yesus yang pertama adalah: “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Yang kedua adalah: “Biarkanlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Sementara yang ketiga adalah: “Setiap orang yang membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Sekilas, jawaban-jawaban Yesus itu terasa kurang enak didengar. Betapa tidak mudahnya menjadi murid Yesus. Tapi, dengan jawaban-jawaban itu Yesus ingin menunjukkan laku kemuridan yang harus ditempuh setiap orang yang ingin mengikuti-Nya. Jawaban pertama menunjukkan bagaimana tidak ada jaminan kenyamanan bagi seorang murid. Jawaban kedua ingin mengatakan bahwa seorang murid harus siap melepas ikatan-ikatan duniawi dan mempercayakan semuanya pada penyelenggaraan Allah. Sementara jawaban ketiga mengajak setiap murid untuk mau meninggalkan masa lalunya dan menyambut masa depan, yaitu hidup baru bersama Yesus.
Menjadi murid Yesus bukanlah jalan hidup yang sembarangan dan asal-asalan. Jalan ini menjanjikan banyak rahmat, tapi sekaligus memberi perutusan yang tidak main-main. Menjadi murid Yesus berarti mengusahakan hidup yang seturut dengan hidup-Nya. Inilah yang secara manusiawi bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Jawaban-jawaban Yesus dalam Injil hari ini menuntut adanya komitmen yang kuat dalam diri para murid dalam mengikuti-Nya. Banyak risiko kemuridan yang harus dialami oleh seorang murid. Karenanya, tanpa komitmen yang kuat dan mantap, orang hanya sekedar ikut-ikutan, bukan sungguh mengikuti Yesus.
Seberapa mantapkah aku menjadi murid Yesus? Seberapa kuatkah komitmenku mengikuti-Nya?