“Pribumi”

“Pribumi”

Kamis, 19 Oktober 2017
(Untuk Gereja Katolik wilayah Amerika Serikat:) Hari Raya Peringatan Santo Jean de Brébeuf, Isaac Jogues, dan Martir-martir Kanada

Roma 3:21-30
Mazmur 130
Lukas 11:47-54

Beberapa hari yang lalu, Anies Baswedan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dalam pidato pelantikannya, dia memakai kata “pribumi”, tepatnya bagaimana pribumi dulu ditindas dan dikalahkan dan karena itu sekarang saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tentu saja penggunaan kata itu sangat menggoncang dinamika ras di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan masyarakat keturunan Tionghoa. Terlebih lagi, kemenangan Anies dalam pemilihan gubernur tidak lepas dari usaha-usaha untuk menjatuhkan Ahok yang keturunan Tionghoa sampai akhirnya Ahok harus mmendekap di penjara. Tidak beda dengan Indonesia, di Amerika Serikat pun isu ras sangat mudah digunakan untuk kepentingan politik sesaat. Donald Trump dapat menjadi Presiden salah satunya karena mengayomi orang-orang yang berpendapat bahwa ras kulit putih adalah yang terhebat dan Amerika Serikat harus dipertahankan sebagai negara yang dikuasai ras kulit putih.

Dalam bacaan pertama hari ini, kita dapat merasakan bagaiman Santo Paulus seperti menghadapai dinamika yang kurang lebih sama. Umat Kristen awal yang juga orang Yahudi merasa mereka mempunyai status yang lebih tinggi dari orang Kristen non-Yahudi. Mungkin memang ini sudah tabiat alamiah manusia. Kita merasa kelompok kita yang paling hebat. Kita cenderung menjauhi orang-orang yang lain dari kita.

Tapi Santo Paulus mengingatkan bahwa kita semua sama di hadapan Allah yang adalah satu. Allah sendirilah yang akan membenarkan semua orang yang beriman, baik mereka yang bersunat maupun yang tidak bersunat. Kalau menggunakan konteks masa kini, kita dapat mengatakan bahwa Allah akan membenarkan semua orang beriman, baik mereka yang “pribumi” maupun “non-pribumi”, kulit putih, hitam, dan lainnya. Kita patut bersyukur bahwa kerahiman Allah tidak mengenal batas dan tingkatan-tingkatan. Kita semua adalah anak Allah yang dicintaiNya. Tidak ada seorang pun, atau pemerintah negara apa pun, bisa merenggut identitas kita yang paling mendalam itu.

Comments are closed.
Translate »