Hari Jumat Minggu ke 32 Masa Biasa
Hari Jumat Minggu ke 32 Masa Biasa
17 November, 2017
Kebijaksanaan 13:1-9
Lukas 17:26-37
Saudara-saudari terkasih,
Kalau kita bisa membuat ringkasan dari bacaan pertama hari ini (Kitab Kebijaksanaan), maka kita sudah bisa katakan bahwa sebagai manusia kita sudah harus bisa melihat dan mengenal Allah lewat dunia ciptaanNya. Dari peristiwa kelahiran seorang bayi saja sudah dapat kita lihat dan kagum dari kehidupan bayi mungil itu, pergantian cuaca pada setiap musimnya, keindahan alam dan lain sebagainya maka kita sudah harus bisa menyadari betapa besar kuasa Allah Pencipta kita.
Kitab Kebijaksanaan menunjukkan bahwa seringkali manusia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tidak melihat Pencipta dibalik ciptaan ini, kita hanya mengagumi apa yang bisa kita lihat dengan mata, apa yang bisa kita jamah/sentuh dengan tangan kita dan tidak menganalisis dari mana asalnya. Bukan tidak mungkin kita lalu bertanya; Apakah kita salah? Atau apakah kia gagal melihat karena kita dibutakan oleh pelbagai macam penilaian yang dangkal dan karena kita tidak punya kemampuan atau pengetahuan yang cukup? Ataukah karena memang kita benar-benar tidak mau tahu, kata orang cuek kepada Tuhan Pencipta kita?
Saudara-saudari terkasih,
Yesus sendiri adalah Kebijaksaan Allah, Ia menyampaikan keprihatinanNya dalam bacaan Injil hari ini melalui jawabanNya atas pertanyaan “kapan dan dan dimana Kerajaan Allah itu?” Yesus dalam injil Lukas hari ini memakai cerita-cerita yang sudah sangat familiar dengan mereka yang mendengar ajaranNya, mereka yang mendengar tetapi tidak mendengarkan, yang bersikap masa bodoh terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
“…sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.” Dengan kata lain, sejak Allah menyatakan kehadiranNya dalam diri Yesus, kita masing-masing masih sangat sibuk dengan hal-hal duniawi, urusan-urusan pribadi yang berhubungan dengan harta bendanya ketimbang memperhatikan hal-hal surgawi dan kehidupan kekal. Singkatnya, semua orang sibuk dengan harta benda duniawi, tetapi tidak mau melihat, tidak mau mengakui kehadiran Allah dibalik ciptaan dan harta benda duniawi itu.
Itulah keadaanya sudah terjadi sejak zaman dahulu sampai sekarang ini, terutama keadaan itu terjadi pada orang-orang yang masih mau bertanya: “kapan kerajaan Allah itu datang?” Begitu banyak orang telah melihat Yesus, tetapi mereka tidak melihat Allah (Bapak). Banyak orang telah melihat mukjizat kesembuhan, tetapi bersibuta terhadap kehadiran Allah dalam peristiwa itu yang terjadi dalam diri Yesus. Banyak orang mengetahui bahwa Kerajaan Allah akan datang, tetapi mereka tidak menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah mereka. Pikir mereka bahwa kalau Kerajaan Allah itu datang, bentuknya pasti merupakan suatu wilayah kerajaan, karena mereka belum dapat memahami sebagai suatu pertobatan dan suatu jalan kehidupan.
Oleh karena itu saudara-saudariku terkasih, Hari ini bagi kita kiranya tidak ada alasan lagi untuk tidak fokus kepada pesan Kitab Suci yang sudah diwartakan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Kita punya Sejarah Keselamatan, kita diberi pengetahuan dan kebijaksanaan, “bagaimana mungkin kita tidak bisa melihat dan menghormati Pencipta kita yang mencintai dan menganugerahi kita dengan segala sesuatu yang kita perlu di dunia ini?” Amin.