Pokok Kebijaksanaan 

Pokok Kebijaksanaan 

Senin 27 November 2017 

Bacaan I : Daniel 1: 1-6.8-20 

Injil: Lukas 21: 1-4 

 

Pokok Kebijaksanaan 

 

Daniel, Azarya, Misael dan Hanaya adalah anak-anak muda bangsa Israel yang diangkut dalam masa pembuangan oleh raja Nebukadnesar. Kepada mereka berempat Allah melimpahkan rahmat kebijaksanaan dan pengetahuan yang luar biasa. Semua ini mereka dapat karena mereka takut akan Allah. Seperti kata penulis kitab Amsal, “Takut akan Allah adalah pangkal kebijaksanaan”. Takut akan Allah bukan berarti tidak berani mendekat kepada Allah. Rasa takut ini pertama-tama adalah mengutamakan hukum-hukum Allah dalam hidup kita.  

Ketika hidup kita didasari oleh hokum-hukum Allah maka Allahpun akan melimpahkan kebijaksanaanNya kepada kita. Daniel dan kawan-kawannya adalah contoh nyata dalam Perjanjian Lama. Dalam hidup kita sehari-hari kita juga menjumpai contoh nyata sosok yang demikian penuh dengan kebijaksanaan Allah. Salah satunya adalah Santa Teresia dari Kanak-Kanak Yesus. Ia tidak pernah lulus dari SMA (lysée, dalam budaya bangsa Prancis), namun toh demikian ia diangkat menjadi Pujangga Gereja (Doktor Gereja) lewat kisah hidupnya (Kisah Suatu Jiwa). Dalam tulisannya ini kita bias melihat bagaimana Allah bekerja dalam dirinya lewat kebijaksanaanNya yang terpantul lewat sikap hidupnya. 

Hal yang sama hari ini kita dapati dalam kisah seorang janda miskin yang memberikan persembahan di Bait Allah. Ia mempersembahkan seluruh penghasilan yang ia dapat lewat pekerjannya. Ia rela mempersembahkan karena ia mencintai Allah. Cinta yang tulus membuat kita sungguh merasa takut untuk kehilangan hal yang kita cintai. Demikian pula saat kita mencintai Allah maka kitapun juga takut kehilangan Dia. Rasa cinta seperti inilah yang menumbuhkan kebijaksanaan Allah dalam diri kita. Hal seperti ini sering kali kita jumpai dalam diri orang-orang sederhana. Justru lewat pemikiran dan cara hidup mereka yang sederhana kebijaksanaan Allah sungguh-sungguh tampak. Maka baik bila kita bersama Daniel, Hanaya, Azarya dan Misael selalu memohon kepada Tuhan sikap sederhana, dan terutama rasa takut akan Allah sehingga kebijaksanaanNya tampak pula dalam hidup kita. Amin. Tuhan memberkati. 

 

 

Doa: 

Allah pokok damai dan sukacita kami, penuhilah kami dengan RohMu agar kami selalu takut akan Engkau, dan lebih terutama lagi agar kami selalu berpikir, bersikap sederhana dalam hidup kami; karena lewat sikap inilah kebijaksanaanMu nyata dalam hidup kami. Amin.  

 

Comments are closed.
Translate »