Aja Gumunan (Jangan Mudah Terpukau)
Bacaan I : Daniel 2: 31-45
Injil: Lukas 21: 5-11
Aja Gumunan
(Jangan Mudah Terpukau)
Lewat kebijaksanaan yang dilimpahkan oleh kepada Daniel, ia mampu menerjemahkan mimpi raja Nebukadnesar dengan baik.
Dalam mimpi itu raja melihat patung yang terbuat dari emas, perak, tembaga dan besi.
Namun patung yang dikagumi itu dihancurkan oleh Allah. Apa yang dikagumi oleh manusia belum tentu dicintai oleh Allah.
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Yesus ketika Ia melihat orang-orang mengagumi Bait Allah. Bagi mereka Bait Allah sungguh indah dan mengagumkan. Namun bagi Yesus hal itu taka da gunanya sama sekali. Saat ini di Eropa ada sebuah trend, orang-orang mengadakan rekreasi ke kota-kota lain selain kota mereka. Di setiap kota pasti ada sebuah Katedral atau gereja yang megah dan tentu saja gereja-gereja itu mengundang decak kagum karena keindahan arsitekturnya. Namun apakah artinya gereja yang indah bila kosong tak ada umatnya, apakah artinya gereja jika hanya dijadikan tempat wisata. Maka tak heran jika Yesus mengecam orang-orang yang mengagumi Bait Allah. Bagi mereka Bait Allah lebih penting dari pada Tuhan. Hal yang sama juga terjadi pada kita, terkadang kita begitu terpesona dengan hal-hal buatan manusia namun akhirnya kita melupakan Tuhan.
Banyak orang begitu terpesona dengan apa yang ada di luar diri mereka. Baik bila kita juga selalu meluangkan waktu mengagumi karya-karya Allah dalam hidup kita. Bila kita mampu melakukannya maka kita tak perlu silau dengan hal-hal yang ada di luar diri kita. Cara pandang demikian selalu menumbuhkan rasa suka cita, rasa syukur dalam diri kita. Bila hidup kita selalu penuh suka cita karena berkat-berkat Allah maka kitapun tak perlu mengagumi secara berlebihan segala sesuatu yang merupakan buatan manusia.
Mengagumi adalah baik, namun bila berlebihan membuat kita akan melupakan Allah.
Kiranya nubuat Daniel lewat mimpi Nebukadnesar dan teguran Yesus kepada orang-orang yang mengagumi Bait Allah senantiasa bergema dalam diri kita. “Apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Tuhan”. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita. Amin.
Doa:
Ya Allah Tritunggal Maha Kudus, bantulah kami untuk selalu mengagumi Engkau dalam setiap karya dan tindakanMu dalam hidup kami. Amin.