Allah Pembelaku
Rabu 29 November 2017
Bacaan I : Daniel 5: 1-6.13-14.16-17.23-28
Injil: Lukas 21: 12-19
Allah Pembelaku
Daniel dan kawan-kawannya saat dalam masa pembuangan tidak merasa gentar sedikitpun, justru mereka melihat saat itu sebagai saat pembuktian kebenaran iman mereka akan Tuhan. Dalam masa pembuangan itu mereka memberi kesaksian tentang keagungan nama Tuhan. Mereka tidak gentar karena mereka percaya bahwa Tuhanlah yang selalu membela mereka.
Dalam Injil hal yang sama kita dengar dari Tuhan Yesus saat Ia mengatakan bahwa akan tiba saatnya ketika para pengikutNya ditangkap dan dianiaya. Tuhan hanya mengatakan supaya kita tidak gentar karena Tuhan sendirilah yang akan memberi pembelaan. Sabda Tuhan ini rasanya mustahil, bagaimana mungkin kita tidak perlu memberikan pembelaan saat dianiaya. Tapi demikianlah adanya, dalam sejarah umat manusia, sering kali orang-orang yang dianiaya justru dibela oleh Tuhan lewat orang-orang yang tak tak kita kenal, yang tak pernah terlintas dalam pikiran kita akan memberikan pembelaan. Sebagai contoh saat para imam dan para religious di Amerika dianiaya oleh media yang nota bene dibiayai oleh militant protestan dan Yahudi capitalist karena kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh beberapa oknum imam Katolik. Gereja dan para imam serta kaum religious justru dibela oleh orang-orang Yahudi yang berpikiran baik dan berhati bersih. Orang-orang Yahudi ini memberikan pembelaan demikian: “Sering kali kita mengadili para imam dan religious secara tidak adil. Yang melakukan pelecehan seksual bukan hanya mereka. Kalua kita berani jujur dan terbuka apakah dalam agama lain, dalam keluarga tidak ada pelecehan seksual. Jawabannya adalah banyak sekali, justru lebih massif dari pada dalam Gereja Katolik. Kita hanya mengadili para imam membabi buta, terutama mereka yang bersalah. Apakah kita berani jujur mengakui banyak para imam dan religius yang mengurbankan hidup mereka di pedalaman, yang mendirikan sekolah, memberikan pendidikan bagi orang-orang di pedalaman. Mereka bahkan berani mengurbanlan hidup mereka. Apakah kita berani mengakui pengurbanan mereka?”. Pembelaan orang-orang Yahudi di media Ameriak ini begitu menohok banyakl pihak yang menganiaya para imam, religius dan komunitas Katolik pada saat itu, tahun 2010. Gambaran ini adalah sebuah fakta bahwa Tuhan selalu membela kita bahkan saat kita diam, saat kita dianiaya.
Kiranya kisah Daniel, Azarya, Akhaya dan Misael selalu mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah diam.
Ia selalu menepati apa yang Ia katakan.
Ia selalu menggerakkan hati banyak orang untuk memberikan pembelaan bagi umatNya yang Ia cintai, yang selalu berseru kepadaNya dalam diam. Kiranya kita sekalian juga selalu ingat bahwa Roh Kudus selalu berdoa bersama kita dalam seruan-seruan yang tak terucapkan kepada Allah Bapa kita. Amin. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Tritunggal Maha Kudus, dalam kesatuan Tritunggal yang saling mengasihi kami juga mohon rahmatMu untuk mampu mengasihiMu dalam seruan-seruan doa-doa kami bahkan dalam saat yang sungguh menyesakkan bagi hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.