SIAPA BERTELINGA, HENDAKLAH IA MENDENGAR!
Kamis, 14 Desember 2017
PW. St. Yohanes dr Salib
[Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15]
SIAPA BERTELINGA, HENDAKLAH IA MENDENGAR!
Kemarin semua frater tingkat VI menjalani ujian ad-audiendas, atau sering disebut dengan ujian kebijaksanaan. Kalau dirunut asal katanya, barangkali asalnya dari kata: ‘ad audiendas confessiones’, atau mendengarkan pengakuan dosa. Ya, karena dalam ujian ini ada tiga poin penting, yaitu mendengarkan kasus pengakuan dosa, kasus moral dan kasus perkawinan. Dalam kesempatan ini, dalam satu waktu seluruh pengetahuan yang pernah didapatkan di bangku kuliah, akan digunakan untuk menjadi ‘batu uji’ sehingga dapat memberikan tanggapan yang baik dan bijaksana serta tentu saja tepat dan tidak berlawanan dengan ajaran Gereja. Kunci utama dari ujian ini ketenangan, dan tentu saja kemampuan untuk mendengarkan. Kemampuan untuk mendengarkan ini tentu saja tidak dimiliki semua orang, karena membutuhkan latihan. Mendengarkan itu sesuatu yang penting dalam kehidupan manusia. Seseorang bisa lepas dari kehancuran atau menjadi binasa, hanya kalah mendengarkan info atau data yang salah.
Yesus bersabda: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Ajakan ini adalah ajakan untuk mendengarkan Dia yang akan datang. Mendengarkan Tuhan adalah sebuah pilihan sikap yang penting dan tak tergantikan, karena hanya Dialah yang harus didengarkan dengan sepenuh hati. Mendengarkan adalah sikap hati dan pemberian diri. Mendengarkan dengan keterbukaan hati berarti hanya membiarkan sesuatu yang baik saja, ke dalam dirinya. Hari-hari ini, hari-hari dimana kita semakin dekat dengan kehadiran Yesus, keselamatan sekaligus kebenaran sejati. Maka, hari-hari ini pun menjadi waktu yang istimewa bagi kita untuk berbenah dan menata hati sesuai dengan kebenaran yang akan datang tersebut. Mendengarkan Dia yang akan datang membawa keselamatan membutuhkan keterbukaan dan sikap sepenuh hati, maka kita mohon rahmat supaya kita dimampukan pada hal tersebut.
Selamat pagi, selamat membuka hati pada kehadiran Yesus, Sang Kebenaran Sejati. GBU.