SELASA, 19 DESEMBER 2017

SELASA, 19 DESEMBER 2017

RENUNGAN LUBUK HATI

SELASA, 19 DESEMBER 2017

Luk 1:5-25

Ketika Yesus mau masuk dalam diri manusia, Dia mengetok-ngetok pintu hati manusia. Adakah ada jawaban dari dalam diri manusia? Ataukah pintu tetap tertutup dan terkunci? Saat-saat ini kita mempersiapakan diri untuk menyambut Yesus Kristus. Bagaimana suasana hati kita? Biasa-biasa saja atau takut-cemas, atau hati penuh harapan? Bagaimana cara menyambut tergantung pada kesiapan hati masing-masing orang. Yohanes pembaptis diutus mendahului Mesias untuk mengajak kita mempersiapkan diri. Tanpa persiapan yang baik maka Gema Natal akan lewat begitu saja.

Kondisi hati menentukan penerimaan kita terhadap kehadiran Yesus Kristus. Jika hati sudah menetapkan pada pilihan percaya kepada Allah maka orang tersebut siap menerima kehadiran Kristus dan Natal akan penuh dengan suka-cita. Tidak jarang persoalan atau kesulitan hidup yang belum diterima bisa merusak suasana hati. Kita tidak akan bisa menerima Damai Natal jika hati masih marah, kecewa, dendam, sombong dll. Yang akan disambut dan dirayakan adalah Yang Maha Kudus maka untuk menerima Nya perlu hati yang bersih dan kudus.

Keragu-raguan dalam hal iman menjadi sumber kegelisahan, kekecewaaan dan keputus-asaan. Sebaliknya kemantapan iman menjadi sumber pengharapan, suka-cita dan kasih. Sejauh mana orang memiliki kedalaman relasi dengan Yesus Kristus? Semakin kita memiliki kedekatan dengan Kristus secara personal maka semakin kita mengakar dan berpegang pada iman. Dinamika kehidupan seperti pasang-surut gelombang kehidupan bukan sesuatu yang menakutkan jika kita berjalan bersama dengan Kristus.

Yesus Kristus lahir dan tinggal bersama dengan umatNya agar kita bisa menjadi lebih dekat dengan Nya. Penyertaan Yesus Kristus dalam hidup membuat kita tenang dalam melangkah dan kembali meneruskan perjuangan kita. Iman pada Kristus adalah cahaya yang akan terus menerangi jalan hidup kita. Berjalan dalam terang membuat kita tidak jatuh dalam lubang dosa. Oleh karena ini penting bagaimana agar iman semakin mengakar pada Kristus dan semakin kuat.

Comments are closed.
Translate ยป