RABU PEKAN BIASA V
RABU PEKAN BIASA V
(1 Raja-raja 10:1-10; Markus 7:14-23)
Pernahkah kita bertanya: darimana keinginan untuk melakukan dosa itu muncul dalam diri kita? Keinginan untuk melakukan dosa ini pertama-tama muncul dari dalam diri kita pada waktu kita memikirkannya. Dan jika kita tidak berusaha berhenti memikirkan keinginan itu, perlahan-lahan keinginan itu akan benar-benar kita lakukan. Misalnya keinginan suami / istri untuk mengkhianati janji perkawinan mereka. Ini dimulai dengan memikirkannya dan ketika mereka melihat bahwa situasinya kondusif, terjadilah tindakan dosa atau pengkhianatan tersebut. Kita tahu dan prihatin bahwa banyak pasangan suami-istri jaman sekarang yang mudah menyerah terhadap godaan untuk melakukan dosa ini. Oleh karena itu, keinginan untuk melakukan dosa berasal dari dalam diri kita.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita bisa menghindari dosa? Salah satu caranya adalah berdoa kepada Yesus dan meminta pertolongan-Nya. Mengapa berdoa? Karena doa adalah sebuah tindakan komunikasi antara Tuhan dengan kita yang berdoa. Semakin sering kita berdoa (berkomunikasi dengan Tuhan) semakin mudah pula bagi kita untuk menangkap kehendakNya. Dengan berdoa, kita memohon kepada Tuhan untuk memusnahkan keinginan berdosa yang ada dalam pikiran kita. Kemudian kita juga harus melakukan bagian kita dengan mengambil tindakan aktif untuk membebaskan diri kita dari keinginan untuk berbuat dosa tersebut. Karena jika kita berdoa namun tindakan kita tidak sesuai dengan apa yang telah kita doakan, maka dapat dipastikan bahwa kita masih akan melakukan dosa tersebut, alias doa kita tidak akan berbuah. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, mengapa kita melakukan dosa? Jawaban yang sederhana adalah, karena kita tidak menganggap iman kita kepada Yesus sebagai sesuatu yang serius. Inilah alasan mengapa kita mengalami kesulitan untuk tidak berbuat dosa lagi dan lagi. Apakah kita belum lelah berbuat dosa? Apakah kita belum lelah menggadaikan kehidupan kita
kepada setan? Ketika kita terus-menerus mengorbankan hidup kita kepada setan melalui dosa, ada bahaya bahwa kita mungkin tidak dapat lagi keluar dari cengkeraman dosa tersebut!
Sudah saatnya kita mengubah lingkaran dosa ini. Sudah saatnya kita menyingkirkan pikiran dan keinginan untuk berdosa. Sudah saatnya kita membebaskan diri dari masalah dan komplikasi yang disebabkan oleh dosa. Ini hanya bisa terjadi jika kita meminta Yesus masuk ke dalam kehidupan kita. Pertanyaannya: maukah kita dengan rendah hati berdoa kepada Yesus dan membiarkanNya untuk masuk serta menguasai hidup kita?