‘SIAPA TIDAK BERSAMA AKU, IA MELAWAN AKU!’

‘SIAPA TIDAK BERSAMA AKU, IA MELAWAN AKU!’

Renungan Lubuk Hati

Kamis, 8 Maret 2018

Hari Biasa Pekan III Prapaskah

[Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23]

‘SIAPA TIDAK BERSAMA AKU, IA MELAWAN AKU!’

Maraknya berita hoax, salah satunya adalah untuk memfitnah orang lain demi mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri. Memang, ketika berhadapan dengan orang baik dan benar, yang dengan cara apa pun sudah ‘mentok’ untuk menyingkirkannya, maka cara yang biasanya ditempuh kemudian adalah dengan memfitnahnya. Hal itu sudah ada buktinya. Menjadi pemimpin yang baik, amanah, berpihak kepada rakyat, dan tidak mementingkan diri sendiri di negeri kita, tidak mudah, apalagi kalau tidak mudah ‘dibelokkan’, maka kadang kubu lawan ‘menyerang’-nya dengan segudang fitnah, dengan berbagai macam modus dan sarana. Tujuannya jelas, membangun opini negatif masyarakat, supaya membencinya. Ada yang berhasil, namun orang yang pandai dan mampu berpikiran jernih, tentu tidak mudah terpengaruh dengan isi-isu atau fitnah receh macam ini.

Yesus, mengalami hal yang sama: difitnah oleh orang-orang Farisi, karena mengusir setan. Orang-orang Farisi menuduhnya bersekutu dengan Beelzebul, bahkan meniupkan fitnah bahwa Yesus adalah anak Beelzebul. Di hadapan sebuah kebenaran, maka akan terpilah dua jenis orang: mengusahakan dan memperjuangkan kebenaran tersebut, atau dalam istilah Injil: berjalan bersama Kristus; atau mereka yang menghalangi kehadiran kebenaran dan keselamatan, yang di dalam disebut sebagai yang ‘melawan Kristus’. Namun, Kristus sendiri selalu menghendaki bahwa yang terjadi di bumi adalah kedamaian dan keselamatan yang tak terbatas.

Maka, pantaslah kita bercermin dan memandang diri sendiri: berdiri di pihak manakah kita sekarang, bersama semua pikiran, perkataan dan tindakan kita? Apakah kita termasuk mereka yang sering menjadi tukang fitnah dan mencari keuntungan bagi diri sendiri, dan kemudian menjadi anggota kelompok yang tidak suka dengan cinta damai, kebenaran dan keselamatan? Ataukah kita dengan segala usaha jatuh dan bangun, juga mau menegakkan kebenaran atas nama Kristus, dengan berbagai macam resikonya? Semoga, kita adalah orang yang dipilih untuk menyampaikan kebenaran dan keselamatan kepada semua orang.

Comments are closed.
Translate »