Keberanian Pembawa Kabar Sukacita
Keberanian Pembawa Kabar Sukacita
Kisah Para Rasul 5:27-33
Dalam bacaan pertama liturgi hari ini, Para Rasul memberi kita contoh keberanian yang luar biasa. Mereka dihadapkan dengan para pemimpin agama, namun mereka berbicara dan bertindak dengan berani, tidak peduli apapun resikonya. Mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka sendiri atau tentang konsekuensi yang mungkin mereka hadapi; mereka hanya peduli untuk memberitakan nama Yesus dan melayani Tuhan. Ini adalah contoh keberanian nyata.
Memiliki dan menampilkan keberanian tidak berarti bahwa kita harus keluar mencari masalah. Kita bisa berani dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan menjadi pemberani dalam hal-hal kecil dalam hidup kita, kita akan bersiap untuk waktu yang lebih menantang dalam melayani Tuhan. Tentu, keberanian kita harus didasarkan pada sumber kekuatan kita, dan sumber itu seharusnya adalah Tuhan. Biarkan Tuhan menjadi kekuatan kita dalam hidup ini, dan jika kita melakukannya maka kita akan memiliki keberanian untuk menghadapi apa pun, seperti halnya Para Rasul.
Saudara-saudari terkasih, keyakinan kita kepada Yesus datang dengan disertai tanggung jawab. Kita dipanggil untuk mewartakan Injil dengan kata-kata kita dan yang lebih penting lagi, dengan perbuatan kita. Dalam hal ini kita menjalankan iman kita, bukan hanya sekedar mengakui iman kita kepada Yesus. Sama seperti Yesus menugaskan murid-muridnya untuk “pergi dan memberitakan Injil,” Yesus juga mengirimkan kita untuk menjalankan Injil dan memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan. Ini panggilan kita, tantangan kita dan sekaligus hadiah bagi kita! Untuk melakukan itu semua kita membutuhkan keberanian seperti yang telah dicontohkan oleh Para Rasul.
Bagaimana kita akan menanggapi panggilan Yesus itu? Akankah kita maju dan menyebarkan Injil melalui kata dan perbuatan serta teladan? Sudah cukup berintegritaskah kita sebagai pembawa kabar sukacita? Apakah kita sudah menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan dalam hidup dan pewartaan kita?
Tuhan memberkati kita dan usaha-usaha kita dalam mewartakan Injil-Nya. Amin