Karunia Kebijaksanaan (Wisdom)

Karunia Kebijaksanaan (Wisdom)

Kamis, 10 Mei 2018

(Catatan: Sebagian keuskupan memindahkan perayaan Hari Kenaikan Tuhan ke hari Minggu nanti. Renungan hari ini didasarkan dari bacaan untuk Hari Kamis dalam Minggu Paskah VI). Renungan untuk Hari Raya Kenaikan akan diterbitkan Lubukhati di sekitar hari Minggu.

Kisah Para Rasul 18:1-8
Mazmur 98
Yohanes 16:16-20

Bacaan dari Kisah Para Rasul hari ini menggambarkan suatu titk balik yang sangat penting dalam sejarah Kekristenan. Paulus seperti kehilangan kesabarannya. Berhari-hari dia datang ke sinagog, tempat ibadat orang Yahudi, untuk memberitakan tentang Yesus. Mereka bukan hanya tidak percaya, mereka bahkan memusuhinya dan mencaci-makinnya. Setelah itulah dia menyumpahi balik mereka, bahwa dia hanya akan menyebarkan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi.

Paulus, seperti para rasul dan murid-murid pertama Yesus, semula mengira bahwa ajaran Yesus adalah penyempurnaan hukum Taurat dan ditujukan terutama untuk orang-orang Yahudi. Mereka tidak menyangka bahwa orang-orang non-Yahudi justru seringkali lebih antusias menerima Injil. Kemarahan dan keputus-asaan Paulus membawanya ke misi yang lebih besar, yaitu menjadi ujung tombak penyebaran Kekristenan kepada orang non-Yahudi. Diusir dari sinagog Yahudi, ia pindah ke rumah di sebelahnya.

Karunia kebijaksanaan dapat datang dalam berbagai rupa. Dalam kisah Paulus, karunia itu datang saat ia sudah muak dengan orang-orang yang tidak kunjung bertobat. Di sejarah kita pun banyak kita lihat para tokoh nasional dan internasional yang membawa perubahan karena tidak tahan lagi dengan ketidakadilan yang dilihat mereka: Sukarno-Hatta dan para pahlawan Proklamasi di Indonesia, Martin Luther King di Amerika adalah beberapa contoh. Karunia kebijaksanan membuat mereka bergerak untuk berbuat sesuatu untuk menegakkan keadilan, membuat lebih nyata Kerajaan Allah di dunia ini.

Jika kita memohon untuk mendapat karunia kebijaksaan dari Roh Kudus, hendaklah kita pertama-tama bisa lebih peka melihat bentuk ketidakadilan di sekitar kita. Kita tahu bahwa Tuhan pun juga muak melihat manusia dan alam ciptaannya ditindas dan dianiaya. Harus ada yang melakukan sesuatu untuk membawa perubahan. Semoga kita semua diberi karunia kebijaksanaan untuk menentukan hal terbaik yang bisa kita perbuat untuk menjalankan rencana Tuhan.

Comments are closed.
Translate ยป