Karunia Keperkasaan (Fortitude)
Jumat, 11 Mei 2018
Kisah Para Rasul 18:9-18
Mazmur 47
Yohanes 16:20-23
“Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.”
Itulah pesan Tuhan dalam hati nurani Paulus. Pesan Tuhan memberi keperkasaan, semangat baru, pada Paulus yang mulai ragu akan kesuksesan misinya di Korintus setelah mendapat kecaman dan penolakan dari para orang Yahudi.
Karunia keperkasaan tidak akan membuat kita bebas dari rasa takut selamanya. Roh Kudus memberi kita kekuatan untuk bertahan di tengah kecaman, penderitaan, atau hal-hal lain yang membuat kita patah semangat dan putus asa. Seperti yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini, dukacita kita akan berubah menjadi sukacita, seperti seorang ibu yang kesakitan saat melahirkan akan melupakan semuanya ketika penuh sukacita melihat anaknya yang lahir.
Sangat sulit membayangkan masa depan penuh sukacita ketika kita berada di titik bawah dalam hidup kita. Sepertinya semua berantakan: pekerjaan, hubungan dengan keluarga, dan lain sebagainya. Beberapa orang mencari jalan keluar melalui minuman keras, obat-obatan, atau lebih parah lagi, merasa tidak ada jalan selain menghabisi nyawanya sendiri.
Kadang, karunia keperkasaan Roh Kudus dapat datang melalui orang lain. Seorang teman yang selalu bisa kita andalkan dapat mengerti penderitaan kita dan berjalan bersama melalui kegelapan yang kita alami. Atau suatu pesan dari buku, homili, atau media lain yang tiba-tiba menyentuh kita amat sangat. Kita percaya janji Yesus bahwa dia akan menyertai kita dan memberi kita sukacita pada akhirnya. Semoga di saat kita mengalami masa yang sulit dalam hidup, Roh Kudus datang membawa semangat keperkasaan baru yang membantu kita menuju sukacita sejati bersama Yesus yang juga mengalami sengsara, wafat, tapi bangkit dengan mulia.