PUASA SEBAGAI SARANA UNTUK SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHAN
Sabtu, 7 Juli 2018
Hari Biasa (H)
[Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17]
PUASA SEBAGAI SARANA UNTUK SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHAN
Saya pernah berkesampatan untuk bisa mengikuti ‘taping’ Kick Andy Show, dan Andy Noya membuka acara itu dengan sebuah lelucon: “Kalau di bulan puasa, terus ada yang tidak puasa, kelihatan dari apanya?” Penonton menjawab: “Dari betis!” Kok bisa? Ya, kalau di bulan puasa, banyak warung yang ditutup sehingga kalau ada yang makan di dalamnya, paling tidak hanya kelihatan betisnya saja. Nah, fenomena ‘warung yang ditutup tirai atau sejenisnya’, bisa saja kita tangkap sebagai pertanda bahwa puasa itu sekedar menahan lapar dan haus, sehingga godaan terhadap rasa lapar dan haus harus dihindari. Maka, marak juga di waktu-waktu lalu, razia tempat makan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mungkin merasa ‘terganggu’ puasanya. Padahal, esensi dari puasa itu, tentu saja adalah semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, termasuk kita di dalamnya belajar sabar, menahan diri dari amarah, serta semakin sadar untuk melakukan perbuatan-perbuatan amal. Nah, ini arti puasa yang sesungguhnya!
Hari ini kita mendengar bagaimana murid-murid Yesus ditegur oleh orang-orang Farisi, karena tidak melakukan puasa. Namun Yesus menjawab orang-orang Farisi dengan sebuah gambaran: “…tak seorang pun dapat menambalkan secari kain yang belum susut, pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya…” Yesus mau mengatakan bahwa puasa bertujuan supaya orang bisa merasakan kesatuan yang mendalam dengan Tuhan, bukan sekedar ‘atraksi’ supaya banyak orang yang kagum dan memuji. Sehingga, seharusnya dengan puasa, kita makin banyak berbuat baik kepada orang lain, bukan malah mencurigai dan berpikiran jahat kepada orang lain. Maka, kalau ada kesempatan untuk berpuasa, mari kita lakukan dengan tulus dan bukan karena paksaan, sehingga hati kita makin jujur dan terbuka pada Tuhan.
Selamat pagi, selamat mendekatkan diri kepada Tuhan. GBU.