Wartakan kabar gembira ke seluruh dunia
Selasa, 14 August, 2018
Ezekiel 2:8-3:4
Matius 18:1-5, 10, 12-14
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita merayakan pesta St. Maximilian Kolbe, seorang imam Fransiskan asal Polandia. St. Maximilian Kolbe seorang imam yang sangat besar devosinya kepada St. Perawan Maria, dimana ia rela mati menyerahkan hidupnya untuk seorang kepala keluarga dalam penjara waktu perang dunia II di Auschwitz. Maximilian Kolbe tidak perlu bertanya tentang latarbelakang orang yang dijatuhi hukuman mati. Ia tidak menghakimi orang itu, apakah memang orang itu pantas menerima hukuman mati. Ia hanya melihat Yesus di dalam diri orang itu, maka dengan serta merta Maximilian merelakan hidupnya untuk orang itu. Ia menghayati hidup imamatnya dengan mempersembahkan hidupnya seperti Kristus yang telah menyerahkan hidupnya agar orang lain dapat hidup.
Saudara-saudara terkasih,
Seperti St. Maximilan Kolbe, kitapun dapat membagi dari kehidupan kita bersama Kristus yang telah bangkit sesuai dengan rahmat sakrament permandian yang telah kita terima. Di dalam sakramen Permandian kita telah dilahirkan ke dalam suatu kehidupan bersama Kristus, dimana Kristus pun ada di dalam kita. Oleh karena itu seperti apa yang dikatakan dalam bacaan Injil hari ini: …”Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Benar seperti apa yang dikatakan: bahwa kalau Kristus sendiri hidup di dalam diri orang yang tersesat, yang berada di dalam masalah, Yesus sendiri akan mencari atau menemukan mereka.” Hidup ini akan menjadi lebih berarti kalau kita selalu saling membantu.
Kita menyadari bahwa kita semua tidak sempurna, karena ketidak sempurnaan itu membuat kita menyadari bahwa ada banyak kelemahan dan kekurangan di dalam diri kita. Yesus sebagai gembala yang baik akan selalu hadir dalam kehidupan kita, akan selalu berjalan bersama kita; dan RohNya yang Kudus akan selalu mendampingi, membantu, membimbing dan menghantar kita ke kerajaanNya. Dan salah satu modal yang perlu kita tunjukkan dalam kehidupan ini adalah “kerendahan hati.”Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.” Selanjutnya Yesus mengatakan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi sperti akan kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Sorga.” Rendah hati seperti anak kecil, terbuka dan penuh rasa syukur atas segala rahmat dan berkat Tuhan yang telah kita terima, rela membagi dengan mereka yang membutuhkan, dan itulah esensi dari pewartaan Injil atau kabar gembira. Saudara, kalau kita belum dapat melakukan yang terbaik untuk sesama kita, paling tidak kita senantiasa berdoa bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan cinta kita lewat doa-doa kita kepada Tuhan bagi saudara-saudari kita yang membutuhkannya. Amin.