Apakah sikap kita akan rencana Allah

Apakah sikap kita akan rencana Allah

MARIA DIANGKAT KE SURGA
Rabu, 15 August, 2018
Wahyu 11:19a; 12:1-6a, 10ab
1 Korintus 15:20-27
Lukas 1:39-56
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita merayakan pesta Maria Diangkat ke Surga; di Amerika hari ini dirayakan seperti hari Minggu, sedangkan di Indonesia sudah dirayakan hari Minggu kemarin. Hari ini dirayakan seperti hari Minggu (Holyday of Obligation) karena pada hari ini secara khusus kita merenungkan bagaimana pada akhir kehidupan Bunda Maria dan peristiwa Maria diangkat ke surga jelas bagi kita umat beriman dapat melihat kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Bunda Maria tidak hanya menunjukkan kepada kita akhir dari kehidupan ini, tetapi Bunda Maria adalah model atau contoh hidup bagi kita bagaimana seharusnya kita bertingkah laku untuk mencapai tujuan akhir kehidupan kita.
Hari ini Bunda Maria menunjukkan kepada kita jalan kemana kita akan pergi, apa yang harus kita penuhi untuk mencapai tujuan hidup kita. Dimana kita juga harus ingat bahwa tujuan hidup ini harus kita penuhi dengan kasih dan pelayanan. Itulah contoh yang Bunda Maria berikan kepada kita masing-masing.
Saudara-saudari terkasih,
Ketika Bunda Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel, ia meresponse: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Bunda Maria memberi kita contoh bagaimana kita seharusnya menjawab “ya” kepada rencana Tuhan untuk kehidupan kita. Walaupun Bunda Maria tidak sepenuhnya mengerti apa yang Tuhan kekendaki atau bagaimana caranya ia dapat memenuhi permintaan Tuhan kepadanya. Bunda Maria hanya menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan. Penyerahan yang total kepada kehendak Allah. Suatu sikap yang dapat dan harus kita juga miliki. Karena Allah pasti punya rencana tersendiri bagi kita betapapun Allah tidak pernah akan memaksa kehendakNya kepada kita. Allah dengan sabar menanti jawaban “ya” kita kepadaNya. Allah tidak hanya melakukan itu sekali saja, tetapi terus menerus Allah dengan sabar menanti jawaban kita.
Oleh karens itu dalam bacaan hari ini dalam peristiwa kunjungan Maria kepada Elisabet, Bunda Maria dengan spontan memuji kebesaran dan kemuliaan Allah sambil bersyukur kepada Allah dengan mengatakan: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamaku,” Maria menjadi contoh bagi kita bagaimana untuk hidup dalam rahmat Allah dengan membiarkan terang dan kasihNya yang besar terpancar dalam kata dan perbuatan kita.  Bunda Maria menegaskan bahwa semuanya akan terjadi, betapapun kita berada di tengah-tengah kesulitan dan atau percobaan. Sebagai orang beriman kita dipanggil bukan untuk mendapat perhatian dan kemuliaan atau pujian untuk diri sendiri, tetapi bagaimana kita dapat mempergunakan segala pemberian, talenta dan segala kemampuan untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
Akhirnya saudara-saudari terkasih,
Pada perayaan Kenaikan Santa Maria ke Surga setelah kematian dan kebangkitan Kristus, Bunda Maria telah menjadi bukti nyata akan akhir kehidupan kita juga. Allah telah menciptakan kita bagiNya dan menghendaki agar kita semua boleh mengenyami kehidupan bersama di surga. Tetapi sekali lagi dengan kehendak bebas yang dianugerahkan kepada kita, Allah tak pernah akan memaksa selama kita hidup di dunia ini. Tetapi hanya dengan sikap yang sama seperti Bunda Maria, menjawab undanganNya dengan mengatakan “Ya… terjadilah padaku menurut perkataanmu.”
Sekali lagi dengan merayakan pesta Kenaikan Maria ke Surga ini, marilah kita mengarahkan pandangan kita ke surga, dan jadikanlah itu menjadi goal kita dalam kehidupan kita sebagai putera dan puteri Allah. Semoga Bunda Maria akan senantiasa mendoakan kita, agar kita juga mampu menjawab kehendak Allah dengan mengatakan “Ya” kepada rencana Allah dan semoga terang Sabda Allah akan selalu menerangi jalan kehidupan kita, sehingga pada suatu hari kitapun akan menikmati kebahagiaan bersama Maria Bunda Yesus dan Bunda kita semua. Amin.
Comments are closed.
Translate »