Saint John Apostle and Evanglist
John 20: 1a, 2-8
Kalau suatu kali anda berkunjung ke Efesus, tak jauh dari kota kuno ada basilika St. Yohanes pengarang Injil. Dari tradisi, dipercaya bahwa dia dimakamkan di tempat ini. Dari Injil Yohanes, Santo Yohanes disebut juga sebagai “murid yang terkasih”. Dia juga dikenal sebagai penulis 3 surat Yohanes, dan kitab Wahyu. Tradisi Kristen meyakini kalau Yohanes adalah satu-satunya rasul yang hidup sampai lanjut usia.
Yohanes berasal dari Galilea, saudara dari Yakobus. Mereka berdua bekerja besama sang ayah, Zebedeus, menjala ikan di danau Galilea. Bersama dengan Petrus dan Andreas, mereka menjadi rasul Yesus yang pertama. Dari Injil Yohanes 13: 23, ia adalah satu-satunya murid yang ada di bawah salib Yesus, dan mengambil ibu Yesus, Maria, menjadi ibu angkatnya dan membawa Maria tinggal bersama dia. Perannya terlihat sentra karena dia juga menjadi murid pertama yang melihat kebangkitan Yesus (Yoh 20:2).
Bapa Gereja, Irenius mengatakan bahwa Yohanes tinggal di Efesus setelah kematian Petrus dan Paulus. Santo Hieronimus menuliskan bahwa Yohanes tinggal di kota itu sampai sekitar tahun 97 Masehi. Dalam masa penganiayaan kaisar Domitius, dia dibawa ke Roma, dan dimasukkan dalam kuali air mendidih. Namun secara ajaib, Yohanes bisa terlepas dari sana. Kemudian Yohanes dibuang di pulau Patmos, Yunani, dan di sanalah ia menulis kitab Wahyu. Selanjutnya ia menghabiskan waktunya di Efesus dan menulis Injil Yohanes.
Pengenalan akan Yesus secara pribadi membuat Yohanes mampu menggambarkan Yesu dengan lebih hidup. Ia memakai banyak lambang untuk bercerita siapa Yesus itu. Yesus adalah jalan-kebenaran-dan hidup, gembala yang baik, terang dunia, dan pokok anggur. Dia berujar kalau semua kisah tentang Yesus harus ditulis, tak mungkin dunia ini bisa memuatnya. Yesus tak terbatas untuk dikisahkan!
Pertemuan dan kenal Yesus secara pribadi membuat orang makin mencintai dan berkomitmen pada iman akan Kristus. Apakah kita mengenal Yesus secara pribadi juga? ataukah kita mengenal Dia hanya lewat orang lain, dan tak kenal dekat? semoga semakin hari relasi kita dengan Yesus makin dalam, dan kita punya pengalaman pribadi dengan Yesus dan mampu mengambarkan siapa Kristus bagi kita.